Berita

Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi ketika berbicara di penyeberangan Mandali di perbatasan dengan Iran selama kunjungan ke provinsi Diyala pada 11 Juli 2020/Net

Dunia

Perdana Menteri Irak Pastikan Pemilu Dipercepat Menjadi Juni 2021

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Irak akan mempercepat jadwal pemilihan umum. Keputusan mempercepat pemilu itu datang dari Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi, yang mengumumkannya pada Jumat (3/7).

Awalnya, pemilu Irak dijadwalkan pada Mei 2022. Protes besar dan kerusuhan yang terjadi sejak Oktober 2019 membuat pemerintah memutuskan menyegerakan pemilihan yang dijadwalkan pada 6 Juni 2021.

Demonstran di seluruh Irak turun ke jalan menuntut pembubaran sistem politik saat ini. Mereka menuduh politikus di parlemen merupakan sumber korupsi besar di Irak.


Al Kadhimi, kepala intelijen dan mantan jurnalis yang mulai menjabat pada awal Mei dan berjanji untuk memastikan bahwa pemerintah sementaranya akan menyelenggarakan pemilihan awal yang transparan.

"Saya mengumumkan bahwa 6 Juni 2021 akan menjadi tanggal pemilihan parlemen awal, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat pemilihan ini berhasil," kata Al Kadhimi dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari TN, Sabtu (1/8).

Pemilu bukan hal mudah di Irak. Setiap pemilu digelar, kekerasan dan kecurangan terjadi.

Al-Kadhemi sendiri merupakan PM yang baru dilantik Mei lalu. Dirinya menggantikan Adel Abdel Mahdi yang mundur akibat krisis politik di Irak.

Salah satu janji al-Kadhemi sebelum berkuasa di Irak adalah menggelar pemilu dini untuk memperbaiki sistem politik.

Al Kadhimi meminta agar parlemen mengirim undang-undang pemilihan kepada Presiden Barham Salih untuk disahkan. Ia juga menekankan agar masyarakat iktu berpartisipasi dalam barisan pemilih untuk mengubah panggung politik di negara itu.

"Saya mendesak kaum muda dan intelektual untuk bersiap terlibat dalam pemilihan mendatang," kata Al Kadhimi.

Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak menyambut pengumuman Al Kadhimi dan mengatakan bahwa pemilihan yang dimajukan dari jadwalnya dapat memenuhi tuntutan utama rakyat yang menuntut aksi protes di jalan, menuju stabilitas dan demokrasi yang lebih baik di Irak.

"Pemilihan umum yang dilakukan dengan kredibel, bebas, adil dan inklusif dapat menghidupkan kembali sistem politik dan membangun kepercayaan publik, memberikan suara kepada rakyat dan mewujudkan aspirasi mereka untuk perwakilan yang lebih baik," kata perwakilan PBB untuk Irak, Jeanine Hennis-Plasschaert, dalam sebuah pernyataan.

“Adalah tanggung jawab pemerintah, parlemen, partai politik, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memastikan pemilihan yang bebas, adil dan kredibel dalam lingkungan yang kondusif yang menempatkan kepentingan negara di atas semua pertimbangan lainnya,” lanjut Plasschaert.

Dalam pidatonya itu, Al Kadhimi juga membahas masalah protes anti-pemerintah baru-baru ini di mana tiga orang tewas dan puluhan terluka ketika pasukan keamanan menggunakan senapan berburu untuk melawan mereka.

"Kami berkomitmen untuk menyelidiki pembunuhan para pengunjuk rasa dan akan menahan para pelaku diadili karena menumpahkan darah Irak," tambahnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya