Berita

Pembunuh berantai Devender Sharma yang mengaku membunuh lebih dari 50 sopir taxi/CNN

Dunia

Pembunuh Berantai Ini Mengaku Bunuh 50 Sopir Taxi, Jasadnya Dibuang Ke Sarang Buaya

JUMAT, 31 JULI 2020 | 22:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kisah pembunuhan berantai bukan hanya ada di serial detektif fiksi, tapi juga di dunia nyata.

Seperti kasus terbaru di India. Seorang pria membuat geger pihak kepolisian setelah mengakui pembunuhan berantai yang dia lakukan terhadap lebih dari 50 sopir taxi. Pria itu bernama Devender Sharma.

Sebenarnya, dia telah ditangkap antara tahun 2002 dan 2004 lalu. Namun pada saat itu, dia ditangkap karena kasus pembunuhan tujuh sopir taxi. Atas ulahnya tersebut, dia dipenjara seumur hidup.


Menurut keterangan pihak kepolisian India, setelah menghabiskan 16 tahun di penjara, pria 62 tahun itu kemudian diberi pembebasan bersyarat pendek selama 20 hari pada Januari lalu.

Tetapi, ketika masa pembebasan itu sudah habis, Sharma tidak kembali ke penjara. Polisi pun turun tangan mencari keberadaannya.

Dikabarkan CNN, setelah enam bulan pencarian, pada Rabu (29/7), polisi menemukan Sharma berada di New Delhi, tempat dia tinggal dengan seorang janda yang baru dinikahinya.

Dia pun ditangkap dan mengakui bahwa dia telah melanggar syarat pembebasan bersyaratnya dan tidak berencana untuk kembali ke penjara.

Bukan hanya itu, pada penangkapan tersebut, menurut keterangan kepolisian India, entah mengapa Sharma tiba-tiba mengungkapkan rekam jejak kriminalnya yang tidak diketahui sebelumnya.

Sharma menjelaskan bahwa dia lulus dengan gelar dalam pengobatan tradisional India dan menjalankan sebuah klinik di sebuah rumah sakit di Rajasthan selama 11 tahun mulai tahun 1984.

Namun kemudian, dia kehilangan banyak uang karena ditipu orang. Sejak saat itu, dia mulai bersentuhan dengan dunia kriminal demi mencari uang.

Mulanya dia terlibat dalam skema penjualan tabung gas palsu. Kemudian dia ambil bagian dalam skema yang melibatkan transplantasi ginjal ilegal, dan ditangkap pada tahun 2004 karena kasus tersebut.

Menurut polisi, dia mengaku terlibat dengan lebih dari 125 transplantasi ginjal ilegal. Dari setiap ginjal ilegal yang berhasil dia jual, dia mengantongi antara dolar AS hingga 9.350 dolar AS.

Tidak berhenti di situ, Sharma juga mengatakan kepada polisi bahwa dia dan komplotannya juga melakukan tindak kriminal lainnya di negara bagian Uttar Pradesh, yakni membunuh sopir taksi.

Modus yang dilakukan Sharma Cs adalah menyewa taxi dan kemudian membunuh para pengemudi di tempat-tempat terpencil. Setelah sopir taxi tewas, Sharma dan komplotannya menghilangkan jejak dengan cara membuang jasad para korban di sebuah kanal yang banyak buaya tinggal.

Hal itu akan sangat memungkinkan jasad para korban dimakan oleh buaya dan tidak dapat ditemukan.

Setelah membuang jasad korban, Sharma menjual taksi yang dicuri.

Sharma pun mengaku bahwa di masa lalu, dia mendalangi lebih dari 50 pembunuhan sopir taksi.

Hal itu tidak diketahui oleh polisi sebelumnya. Di masa lalu, dia hanya dihukum atas pembunuhan tujuh sopir taxi.

Keterangannya itu pun kini sedang ditindaklanjuti lebih dalam oleh kepolisian India.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya