Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Berada Di Ambang Krisis, Indonesia Diminta PBB Alihkan Subsidi BBM Untuk Paket Stimulus Covid-19

JUMAT, 31 JULI 2020 | 12:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Upaya berpuluh-puluh tahun negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran hancur seketika oleh serangan virus mematikan, SARS-CoV-2.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirillis pada Kamis (30/7) menunjukkan, kawasan Asia Tenggara berada di ambang krisis sosial ekonomi. Lantaran sebanyak 218 juta pekerja informal terancam kehilangan mata pencahariannya.

"Tanpa pendapatan alternatif, sistem perlindungan sosial formal atau tabungan, pekerja dan keluarga mereka akan didorong ke dalam kemiskinan," tulis PBB seperti dikutip Reuters.


Secara keseluruhan, ekonomi Asia Tenggara diperkirakan berkontraksi sebesar 0,4 persen pada 2020. Sementara pengiriman uang dari orang Asia Tenggara yang bekerja di luar negeri kemungkinan akan turun 13 persen atau sekitar 10 miliar dolar AS.

Dengan data ini, PBB mendesak negara-negara Asia Tenggara untuk memperbaiki "rayap fiskal" seperti pegampunan pajak, penetapan harga transaksi dan subsidi bahan bakar minyak (BBM), sehingga mereka dapat memberikan stimulus yang besar guna membantu populasi yang rentan.

Terlebih, harga minyak yang anjlok saat ini bisa memberikan peluang ideal untuk membalikkan subsidi BBM, lanjut laporan tersebut.

Sebagai contoh, laporan tersebut menyebut, di Indonesia saja, subsidi BBM pada 2020 akan melebihi seluruh bantuan sosial Covid-19 dan langkah-langkah stimulus.

Kepala Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik, Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan, negara-negara Asia Tenggara harus memprioritaskan pengeluaran kesehatan selain bantuan kesejahteraan sosial.

Dari indeks pembangunan manusia PBB, enam dari 11 negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Filipina mendapatkan peringkat terendah untuk pengeluaran kesehatan. Tiga lainnya berada di tingkat terendah kedua dan dua sisanya berada di tingkat menengah.

Negara-negara di Asia Tenggara yang dimaksud PBB sendiri meliputi, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, Brunei, Malaysia, Myanmar, Singapura, Indonesia, dan Timor Leste.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya