Berita

Presiden Kolombia Ivan Duque memutuskan untuk memperpanjang masa karantina nasional hingga akhir Agustus mendatang/Net

Dunia

Pandemi Jauh Dari Usai, Kolombia Perpanjang Masa Karantina Nasional

RABU, 29 JULI 2020 | 23:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemi virus corona atau Covid-19 masih jauh dari kata usai. Karena itulah, terlalu dini untuk bisa melepaskan kewaspadaan penuh akan penularan virus tersebut.

Hal itulah yang melatarbelakangi keputusan Presiden Kolombia Ivan Duque untuk memperpanjang masa karantina nasional hingga 30 Agustus mendatang.

Untuk diketahui, kebijakan karantina nasional diambil oleh pemerintah Kolombia untuk menekan laju penularan virus corona sejak pandemi terjadi di negara Amerika Latin tersebut.


Kebijakan tersebut akan menyebabkan pembatasan ketat dalam hal pergerakan warga. Selain itu, perbatasan darat Kolombia juga ditutup, kecuali untuk perbatasa dengan Ekuador yang akan dibuka untuk transit kemanusiaan.

Bukan hanya itu, di masa karantina nasional, penerbangan domestik dan internasional juga dibatasi dengan ketat.

Kebijakan karantina nasional telah diterapkan oleh pemerintah Kolombia sejak April lalu dan diperpanjang hingga delapan kali.

Kebijakan itu seharusnya berakhir pada 1 Agustus mendatang. Namun jumlah kasus Covid-19 masih meningkat signifikan di Kolombia, sehingga pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut.

Tercatat per Selasa (28/7), jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Kolombia mendekati angka 270 ribu kasus. Sementara itu, jumlah kematian akibat virus tersebut mencapai angka 9.000.

Meski begitu, keputusan perpanjangan karantina nasional tampaknya tidak mengejutkan bagi warga yang tinggal di sejumlah kota besar di Kolombia, seperti Bogota, Medellin, dan Barranquilla. Pasalnya, pemerintah lokal telah menerapkan kebijakan yang lebih ketat, hingga lockdown demi mengerem penularan virus corona.

"Kami tidak berbicara tentang puncak nasional," kata Duque, dalam pengumumannya, seperti dilansir Bogota Post.

"Puncak telah muncul di tingkat regional. Beberapa telah berlalu, beberapa akan datang dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," jelasnya.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

IShowSpeed Bertemu BTS di Belakang Panggung Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 18:16

Baru Dua Pekan Beroperasi, PT DSI Kelola Devisa Rp188 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 | 18:16

Ganti Presiden Belum Tentu Ubah Keadaan

Senin, 20 Juli 2026 | 18:11

Teknologi Terkini Diandalkan untuk Deteksi Dini Kerusakan Hutan

Senin, 20 Juli 2026 | 18:02

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia Perkuat Pertahanan Maritim RI

Senin, 20 Juli 2026 | 17:53

Milenial Mendominasi Daftar Pemilih 2029

Senin, 20 Juli 2026 | 17:45

PKB Dukung Penuh Arah Baru Ekonomi Gagasan Prabowo

Senin, 20 Juli 2026 | 17:44

Prabowo Heran MBG Diserang, Sementara Kebocoran Negara Justru Didiamkan

Senin, 20 Juli 2026 | 17:37

Hibah Kapal Induk Italia Tak Boleh Jadi Beban Negara

Senin, 20 Juli 2026 | 17:34

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap Usai Nobar Pildun di Rumah Dinas

Senin, 20 Juli 2026 | 17:21

Selengkapnya