Berita

Patrick Chinamasa/Net

Dunia

Dubes AS Terancam Diusir, Partai Berkuasa Di Zimbabwe: Diplomat Seharusnya Tidak Berperilaku Seperti Penjahat

RABU, 29 JULI 2020 | 11:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Duta besar AS untuk Zimbabwe sedang menjadi sorotan penting partai yang berkuasa di negeri itu bahkan terancam akan diusir. Ini karena Dubes AS Brian Nichols dipandang sering mengganggu dan merongrong hukum negara Zimbabwe.  

Penjabat juru bicara partai ZANU-PF, Patrick Chinamasa, mengatakan kepada wartawan di Harare, apabila Nichols terus terlibat dalam berbagai tindakan seperti mendukung kerusuhan, mengoordinasikan kekerasan dan melatih pemberontak, pimpinan partai tidak akan ragu untuk memberinya perintah meninggalkan negara itu.

"Duta Besar AS Brian Nichols dan 'sekelompok gangster' harus menghentikan memobilisasi dan mendanai gangguan, mengoordinasikan kekerasan, dan melatih pemberontakan. Kepemimpinan kami tidak akan ragu untuk memberinya perintah pengusiran."


Diduga  AS terlibat dalam rencana protes oleh kelompok-kelompok oposisi yang menyerukan lebih banyak keadilan ekonomi, berkurangnya korupsi dan pengunduran diri Presiden Emmerson Mnangagwa.

AS juga diduga membantu membiayai kerusuhan di Zimbabwe tiga hari sebelum protes antipemerintah berlangsung.

Juru bicara oposisi, ketua Transformation Zimbabwe, Jacob Ngarivhume mengatakan, demonstrasi itu akan menandai saat yang menentukan bagi Zimbabwe.

Mengutip New Arm, Rabu (29/7), Chinamasa mengingatkan, "Diplomat seharusnya tidak berperilaku seperti penjahat, dan Brian Nichols adalah penjahat."

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya