Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Panglima Angkatan Laut Rusia Nikolai Yevmenov memeriksa kapal perang di sungai Neva selama parade Hari Angkatan Laut di Saint Petersburg, Rusia pada 26 Juli 2020/Reuters

Dunia

Putin Pastikan Angkatan Laut Rusia Segera Dibekali Senjata Serang Nuklir Hipersonik

MINGGU, 26 JULI 2020 | 21:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia tidak pernah main-main dalam hal pengembangan teknologi militer mereka. Setidaknya hal itulah yang dibuktikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir pekan ini (Minggu, 26/7).

Dalam pidato yang disampaikannya saat menghadiri parade Hari Angkatan Laut di Saint Petersburg, Rusia, Putin mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia akan dipersenjatai dengan senjata serang nuklir hipersonik dan drone nuklir bawah laut.

Putin tidak merinci kapan senjata hipersonik baru itu akan bisa didapatkan. Namun dia mengindikasikan bahwa hari itu semakin dekat.


"Penyebaran luas teknologi digital canggih yang tidak ada bandingannya di dunia, termasuk sistem serangan hipersonik dan drone bawah air, akan memberi armada keunggulan unik dan peningkatan kemampuan tempur," kata Putin.

Senjata-senjata itu, beberapa di antaranya belum dikerahkan, termasuk drone nuklir bawah laut Poseidon, yang dirancang untuk dibawa oleh kapal selam, dan rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon), yang dapat digunakan di kapal-kapal permukaan.

Kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggian rudal hipersonik, yang mampu melaju lebih dari lima kali kecepatan suara, membuat mereka sulit dilacak dan disadap.

Pada kesempatan yang sama, Putin juga mengatakan bahwa kemampuan Angkatan Laut Rusia sedang tumbuh dan akan mendapatkan 40 kapal baru tahun ini.

Meski begitu, Putin menggarisbawahi bahwa Rusia tidak menginginkan adanya perlombaan senjata.

Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pengujian Belgorod, atau kapal selam pertama yang mampu membawa pesawat Poseidon, sedang berlangsung dan pengujian sistem senjata hampir selesai.

"Pekerjaan sedang diselesaikan dengan sukses untuk menciptakan sistem senjata modern untuk Angkatan Laut," begitu bunyi pernyataan tersebut, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Jika menengok lagi ke belakang, pada tahun lalu Putin pernah mengancam akan mengerahkan rudal hipersonik pada kapal dan kapal selam Rusia yang dapat mengintai di luar wilayah perairan Amerika Serikat jika negeri Paman Sam nekad menggunakan senjata nuklir jarak menengah di Eropa.

Sejauh ini, Amerika Serikat belum menempatkan misil semacam itu di Eropa. Namun Rusia masih curiga bahwa hal tersebut akan mungkin terjadi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya