Berita

Kryptos merupakan patung berisi ribuan huruf yang memuat empat pesan disandikan/Net

Dunia

Misteri Pesan Keempat Patung Kryptos Di Markas CIA, 30 Tahun Bikin Bigung Kriptolog Dunia

MINGGU, 26 JULI 2020 | 15:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah markas badan intelijen Amerika Serikat, CIA, terdapat sebuah patung berisi kode rahasia yang telah membingungkan para ahli kriptologi atau kriptolog terkemuka selama beberapa dekade.

Untuk diketahui bahwa kriptologi adalah gabungan dari ilmu kriptografi dan analisis sandi. Kriptografi sendiri merupakan keahlian dan ilmu dari cara-cara untuk komunikasi aman pada kehadirannya di pihak ketiga

Patung itu dibuat oleh seniman bernama Jim Sanborn pada tahun akhir tahun 1980an. Sang seniman ditugaskan untuk membuat patung yang akan ditampilkan di markas CIA di Langley, Virginia.


Menyadari bahwa beberapa pejabat intelijen top dunia akan melihat karya itu secara praktis setiap hari, Sanborn pun hadir dengan ide untuk membuat karya seni yang sulit dipecahkan, atau dalam kata lain, membingungkan.

Dia membuat patung setinggi 12 kaki dari lempengan tembaga. Patung ini berisi 1.800 huruf acak.

Patung buatannya itu pun kemudian secara resmi dirilis pada 3 November 1990. Karyanya itu disebut "Kryptos" dan berisi tantangan kriptografi.

Pada saat itu, Sanborn berpikir bahwa pesan yang tersembunyi dalam patung buatannya itu dapat dipecahkan oleh seseorang hanya dalam waktu beberapa minggu, mengingat itu adalah kantor intelijen, dan mereka yang beraktivitas di dalamnya terbiasa dengan pemecahan kode rahasia.

Namun ternyata, prediksinya meleset. Kini, setelah 30 tahun berlalu, belum ada satu orang pun yang berhasil memecahkan seluruh pesan tersembunyi dalam patung tersebut. Karena itulah hingga hari ini, Kryptos tetap menjadi salah satu misteri tak terpecahkan yang paling terkenal di dunia.

"Saya tidak berpikir itu akan berlangsung selama ini, 30 tahun, tanpa diuraikan," kata Sanborn, kepada CNN belum lama ini.

Sanborn menjelaskan, bagi orang awam, patung buatannya itu tidak lebih dari hiasan semata. Namun bagi mereka yang terlatih dengan sandi dan kode, patung itu bisa menjadi tantangan tersendiri.

Sanborn menyisipkan empat pesan yang disandikan di antara ribuan huruf di patungnya tersebut.

Dia mengaku, sebelum membuat patung tersebut, dia tidak memiliki pengalaman untuk membuat kode atau sandi. Karena itu dia mencari arahan kepada ahlinya. Sang seniman akhirnya mencari bimbingan dari seorang ahli kriptologi dan enkripsi bernama Edward Scheidt. Dia pernah menjabat sebagai ketua Pusat Kriptografi CIA sebelum pensiun.

"Kami bertemu kurang lebih secara rahasia, dan dia mendidik saya tentang masalah kode, kode modern, sistem pengkodean kontemporer, setidaknya kontemporer di tahun 88," kata Sanborn.

Berbekal ilmu yang didapatkan dari Scheidt, Sanborn menyusun pesan teks yang disandikan untuk ditanamkan di dalam Kryptos dengan menggunakan berbagai teknik, termasuk pola dan matriks.

"Saya ingin itu menampakkan dirinya seperti mengupas lapisan bawang," katanya tentang misteri yang diukir di Kryptos.

Sejak didirikan di depan markas CIA tahun 1990 lalu, tiga dari empat pesan yang tersembunyi di balik Kryptos berhasil dipecahkan oleh anggota NSA, CIA dan masyarakat umum. Namun satu pesan terakhir masih menjadi misteri dan belum ada yang berhasil memecahkannya.

Pesan tersembunyi pertama yang berhasil diungkapkan adalah: "Antara naungan halus dan tidak adanya cahaya terletak nuansa iqlusion".

Kata "iqlusion" dalam pesan misteri pertama itu bukanlah kesalahan pengetikan atau typo. Sanborn mengaku, dia dengan sengaja salah mengeja kata "ilusi" agar orang semakin sulit menemukan pesan itu.

Pesan tersembunyi kedua yang berhasil dipecahkan berbunyi: "Itu sangat tidak terlihat bagaimana mungkin? Mereka menggunakan lapangan magnetik bumi X Informasi yang dikumpulkan dan dikirimkan bawah tanah kepada lokasi yang tidak diketahui X Apakah Langley mengetahui tentang ini? Mereka harus membakar itu di sana di suatu tempat X Siapa yang tahu lokasi yang tepat? Hanya WW ini adalah pesan terakhir X Tiga puluh delapan derajat lima puluh tujuh menit enam koma lima detik utara tujuh puluh tujuh derajat delapan menit empat puluh empat detik barat X Layer dua".

Pesan itu juga terdiri dari kesalahan eja. Dalam pesan tersebut terdapat koodinat lintang dan bujur, serta ada istilah "WW". Istilah ini diduga merupakan insial dari kepada CIA pada tahun 1990 ketika Kryptos dipasang, yakni William Webster.

Pesan tersembunyi ketiga dalam patung itu berbunyi: "Perlahan dengan putus asa perlahan sisa-sisa puing-puing bagian yang terbebani bagian terendah dari pintu keluar masuk dihapus dengan tangan bergetar saya membuat pelanggaran kecil di sudut kiri atas dan kemudian sedikit melebarkan lubang saya memasukkan lilin dan mengintip ke udara panas melarikan diri dari kamar menyebabkan nyala api untuk berkedip tetapi saat ini rincian dari kamar dalam muncul dari kabut X Bisakah Anda melihat apapun Q?"

Pesan ini adalah kutipan yang diparafrasekan dari kisah arkeolog Howard Carter tentang pembukaan makam Tutankhamun pada tanggal 26 November 1922.

Sementara itu, pesan tersembunyi keempat masih belum bisa dipecahkan hingga saat ini.

Meski begitu, Sanborn telah mempersiapkan diri jika pesan keempat belum terpecahkan hingga dia meninggal dunia. Dia menyipan pesan rahasia yang tersembunyi di balik patung buatannya di itu kotak penyimpanan yang aman.

"Saya tidak akan bingung jika itu berakhir besok," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya