Berita

Mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan/RMOL

Publika

Wahyu Bisa Bongkar Curang Pilpres 2019?

JUMAT, 24 JULI 2020 | 10:51 WIB

KESIAPAN Wahyu Setiawan, mantan komisioner KPU untuk menjadi Justice Collaborator dinilai penting. Meski terlambat karena saat ini sudah masuk persidangan akan tetapi "simpanan" informasi bisa terkuak.

KPK menyesalkan "kerjasama" tidak sejak awal. Akan tetapi dari data keterlibatan pihak-pihak yang akan terbuka, meski terlambat, sebenarnya sangat bermanfaat.

Pengacara Wahyu menjelaskan bahwa Justice Collaborator (JC) ini terbatas pada kasus suap Harun Masiku. Namun dengan bahasa "terbatas" sebenarnya ada informasi "tak terbatas" yang dimiliki. Semua paham bahwa kasus Masiku adalah bagian dari pernainan politik tingkat tinggi.


Mantan Pengacara Wahyu pernah menyatakan kesiapan Wahyu membongkar kecurangan Pilpres 2019.

KPK belum bersikap atas tawaran JC dari Wahyu, hanya menilai itikad dan apa yang "dikerjasamakan" itu dapat menjadi unsur yang meringankan bagi pertimbangkan hakim.

Meskipun demikian sekurang-kurangnya fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dapat menjadi bahan bagi KPK untuk pengusutan lebih lanjut. Ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Konon Hasto atau Megawati pun bisa diuji.

Apapun kelak ujung dari proses hukum Wahyu Setiawan akan berkaitan dengan sikap Wahyu sendiri. Apakah "ilmu"nya akan terus dikeluarkan atau tidak. Maknanya adalah Wahyu Setiawan memiliki "pengetahuan luas" mengenai perilaku komisioner KPU bukan saja kasus Masiku tetapi juga yang lainnya Pilkada bahkan Pilpres.

Inilah yang ditunggu publik. Pilpres dengan hasil kontroversial masih menjadi misteri hingga kini. Kemenangan Jokowi-Maruf masih diragukan publik. Sejak quick count hingga putusan MK dinilai janggal.

Pertanyaan besar masih menggelayut. Komisioner KPU dan tim pemenang tentulah yang lebih tahu dan Wahyu Setiawan adalah salah satu komisioner itu.

Penawaran JC berfungsi sebagai batu ujian. KPK pun diuji keseriusan dalam pengusutan. Bila ragu atau tidak serius maka publik akan menilai bahwa KPK juga ikut bermain. Ini tentu tidak diharapkan.

Kasus Harun Masiku bagai sodokan permainan bilyar. Dapat menyodok bola lain. Wahyu Seiawan mantan komisioner KPU meskipun kini menjadi pesakitan masih dapat berbuat sebagai pahlawan. Pahlawan kejujuran untuk membongkar kecurangan.

Kebenaran itu selalu terbukti kemudian.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya