Berita

Mantan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding/Net

Politik

NU Dan Muhammadiyah Mundur Itu Problem Besar, Nadiem Wajib Urai Benang Kusut POP

JUMAT, 24 JULI 2020 | 08:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seharusnya tidak perlu menggelontorkan dana milyaran untuk dua CSR perusahaan besar, Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation.

Buntutnya, kini Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dikecam banyak kalangan lantaran kedua perusahaan itu masuk dalam daftar penerima dana Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud.

Sementara dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah memutuskan untuk mengundurkan diri lantaran program tersebut dinilai tidak jelas.


Begitu kata mantan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (24/7).

“Saya kira itu satu benang kusut yang harus diurai oleh Nadiem, kalau tidak maka saya kira kalau NU dan Muhammadiyah mundur itu problem besar untuk program ini,” ujarnya.

Dia mengingatkan Nadiem tentang peran dua organisasi besar Islam tersebut dalam dunia pendidikan tanah air selama ratusan tahun lamanya. Karding juga meminta Nadiem untuk berpikir kembali meminang Sampoerna dan Tanoto.

“Karena kalau mau jujur, kalau mau baca sejarah dan fakta hari ini, pendidikan di Indonesia ini selain digerakkan oleh negara, sektor kultur dan swasta itu Muhammadiyah dan NU, yang lain ada tapi tidak terlalu besar. Jadi saya kira harus dipikirkan kembali harus ada dialog kembali lah,” bebernya.

Karding mendesak Nadiem untuk mencabut dua CSR besar tersebut. Menurutnya, seharusnya Sampoerna dan Tanoto yang menyumbang untuk pendidikan Indonesia bukan malah negara yang memberikan mereka fasilitas.

“Kalau saya sih cabut saja bantuan pada perusahaan besar itu.  Untuk apa? Enggak ada gunanya. Mereka yang harus bantu kita dong, saya kira gitu,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya