Berita

Parlemen Taiwan menyetujui proposal pergantian nama maskapai China Airlines/Net

Dunia

Dapat Lampu Hijau Dari Parlemen, Taiwan Bersiap Ganti Nama China Airlines

KAMIS, 23 JULI 2020 | 22:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan terbesar di Taiwan, yakni China Airlines selangkah lebih dekat dengan proses penggantian nama. Pasalnya, parlemen Taiwan pada Rabu (22/7) menyetujui proposal untuk mengubah citra maskapai, termasuk di dalamnya adalah perubahan nama.

Nama dan citra "China Airlines" kerap kali disalahartikan sebagai maskapai berbendera China. Padahal, China Airilines adalah maskapai yang berbasis di Taipei, Taiwan.

Tidak jarang juga, banyak pihak yang keliru mengingat China Airlines dengan Air China, maskapai yang berbasis di Beijing.


Karena itulah, Kementerian Transportasi Taiwan menyusun kebijakan yang akan membantu memperkuat China Airlines sebagai merek Taiwan di mata internasional. Sehingga publik global tidak lagi keliru membedakan mana maskapai China daratan dan mana maskapai Taiwan.

"Kementerian Perhubungan dan Komunikasi akan mempelajari dan mengusulkan rencana yang layak untuk penggantian nama China Airlines secara bertahap," kata proposal yang disetujui dalam bahasa China tersebut, seperti dikabarkan CNN (Kamis, 23/7).

Proposal itu menekankan bahwa kementerian harus menemukan cara yang tepat untuk mengubah citra maskapai tanpa harus melibatkan negosiasi ulang atau modifikasi kebebasan penerbangan internasional, seperti memperkuat citra Taiwan di livery pesawat.

Belum jelas soal nama apa yang digunakan untuk menggantikan nama maskapai tersebut. Pihak China Airlaines pun belum mengeluarkan komentar.

Untuk diketahui, China Airlines adalah maskapai yang didirikan di Taiwan pada tahun 1959. Saat ini, maskapai tersebut melayani 160 tujuan di 29 negara.

Pemegang saham mayoritas China Airlines adalah Yayasan Pengembangan Penerbangan China, yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Taiwan.

Usulan soal pergantian nama untuk rebranding, atau mengubah citra maskapai bergulir kuat sejak beberapa bulan belakangan, terutama sejak pandemi virus corona terjadi.

Salah satunya dipicu oleh kekhawatiran serangkaian penerbangan kargo China Airlines, yang digunakan untuk mengirimkan pasokan medis virus corona ke seluruh dunia. Banyak pihak yang secara keliru menganggap bahwa pasokan medis itu berasal dari daratan China, padahal dari Taiwan.

Hal tersebut membuat warga Taiwan geram dan membuat petisi yang meminta perubahan nama maskapai di Change.org. Per 23 Juli, lebih dari 50.000 orang telah menandatangani petisi tersebut.

Nama "China" dan "Taiwan" sendiri merupakan bagian dari sensitivitas geopolitik di kawasan tersebut. Nama resmi Taiwan adalah "Republik Tiongkok" (ROC).

Meski dari segi warisan budaya dan linguistik, China dan Taiwan memiliki kesamaan, namun keduanya terpisah sejak tahun 1949, setelah kemenangan Komunis di China daratan pasca perang saudara.

Namun China enggan melepaskan Taiwan dan menganggap Taiwan sebagai bagian integral dari wilayahnya. Taiwan menolak klaim China dan berjuang untuk mendapat pengakuan global bahwa Taiwan bukan merupakan bagian dari China.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya