Berita

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi terlihat mengenakan masker selama pertemuannya dengan timpalannya dari Hungaria Peter Szijjarto di Yerusalem 20 Juli 2020/Reuters

Dunia

Mitra Koalisi PM Israel Dorong Militer Tangani Pandemi Covid-19

SELASA, 21 JULI 2020 | 23:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer harus turun tangan dan mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga agar pandemi virus corona atau Covid-19 tetap terkendali di Israel. Begitu kata Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi, yang merupakan mitra koalisi utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Selasa (21/7).

Ashkenazi, dari partai Biru dan Putih, mengatakan bahwa dia berharap akan ada keputusan pada minggu ini untuk menyerahkan langkah-langkah penanggulangan anti-Covid-19 dari Kementerian Kesehatan ke angkatan bersenjata komando regional pasukan pertahanan Israel, Front Command.

Front Command sendiri dibentuk pada Februari 1992 setelah Perang Teluk. Mereka bertugas, utamanya adalah untuk melindungi warga dari serangan rudal. Meski begitu, Front Command juga dilatih untuk membantu selama bencana alam dan diperlengkapi dengan baik untuk berkomunikasi dengan cepat dengan sektor-sektor yang beragam etnis di Israel.


Front Command telah membantu selama pandemi dengan melakukan evakuasi dan distribusi makanan. Sumber dari Biru dan Putih anonim yang dikutip Reuters mengatakan, bahwa Ashkenazi serta pemimpin Biru dan Putih, Benny Gantz yang juga merupakan Menteri Pertahanan, menginginkan agar peran itu diperluas, termasuk pengujian dan pelacakan kontak.

Ashkenazi bersikeras bahwa peran militer sangat diperlukan untuk penanganan pandemi Covid-19 lebih lanjut.

"Virus ini tidak akan meninggalkan kita selama setahun penuh. Karena itu perlu ada perubahan dalam manajemen," kata Ashkenazi, seperti dikabarkan Reuters.

"Mengesampingkan ego, saya mengatakan ini kepada Bibi (Netanyahu). Saya mengatakan kita perlu mengalihkan tanggung jawab kepada lembaga pertahanan," jelasnya.

Belum ada komentar resmi dari kantor Netanyahu mengenai hal tersebut.

Namun sejumlah pengamat menilai bahwa usulan terbaru itu kemungkinan akan memicu ketegangan dalam pemerintah. Netanyahu juga diperkirakan enggan memberdayakan Menteri Pertahanan Benny Gantz untuk peran tersebut, mengingat keduanya kerap berselisih dalam banyak isu, termasuk soal rencana aneksasi Israel di Tepi Barat yang diduduki dan juga terkait anggaran.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya