Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Terungkap, Atlet Jepang Sering Mendapat Kekerasan Fisik Dan Pelecehan Seksual

SELASA, 21 JULI 2020 | 06:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar yang cukup mengejutkan datang dari dunia olah raga Jepang, setelah sebuah laporan Human Rights Watch menemukan bahwa atlet anak-anak di Jepang sering menderita pelecehan fisik dan verbal, bahkan kadang-kadang mendapat pelecehan seksual saat mereka berlatih.
Laporan tersebut diperoleh setelah HRW mendokumentasikan pengalaman lebih dari 800 atlet dalam 50 cabang olahraga.
Laporan setebal 67 halaman yang dirilis pada hari Senin(20/7) berjudul "I Was Hit So Many Times I Can't Count" mendokumentasikan sejarah hukuman fisik dalam dunia olah raga Jepang berupa kekerasan fisik seperti dipukul di wajah, ditendang, dan dicambuk, bahkan dilecehkan secara seksual.

“Selama beberapa dekade, anak-anak di Jepang telah dipukuli secara brutal dan dilecehkan secara verbal atas nama memenangkan piala dan medali,” kata  Minky Worden, direktur inisiatif global di Human Rights Watch (HRW), dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Senin (20/7).


Pada 2013, Komite Olimpiade Jepang (JOC) berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk menghapuskan kekerasan di antara federasi olahraga, setelah survei internal mengungkapkan lebih dari 10 persen atletnya telah menjadi korban perundungan dan pelecehan.

Mereka juga memotong dana untuk federasi judo, setelah seorang pelatih terbukti melakukan pelecehan terhadap atlet wanitanya.

HRW mengatakan, apa yang dilakukan tidak cukup membantu. Mereka menuntut organisasi seperti Dewan Olahraga Jepang dan JOC menggunakan Olimpiade mendatang sebagai katalisator untuk membuat perubahan.

Laporan ini didasarkan pada wawancara kepada lebih dari 50 atlet yang masih aktif dan para mantan atlet yang sudah tidak aktif lagi. Survei yang dilakukan secara online itu menarik lebih dari 757 tanggapan dan pertemuan dengan delapan organisasi olahraga Jepang.

Dari 381 responden survei yang berusia 24 atau lebih muda, 19 persen di antaranya menunjukkan mereka pernah dipukul, ditinju, ditampar, ditendang, dijatuhkan ke tanah atau dipukuli dengan benda saat berpartisipasi dalam olahraga.

Pengalaman ini terjadi di setidaknya 22 cabang olahraga yang berbeda, kata laporan itu.
“Pelatih mengatakan kepada saya bahwa saya tidak cukup serius dengan lari, jadi kami semua dipanggil ke pelatih dan saya dipukul di depan semua orang. Saya berdarah, tetapi dia tidak berhenti memukul saya,” tulis laporan itu mengutip pengakuan seorang atlet profesional yang diberi nama samaran Daiki A.

Sebanyak 18 persen atlet dilaporkan mengalami pelecehan verbal, dan 5 di antaranya melaporkan telah mengalami pelecehan seksual saat berpartisipasi dalam olahraga anak-anak.

Komite Olimpiade Jepang belum menanggapi mengenai laporan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya