Berita

Seorang anggota pasukan keamanan Turki sedang mengendalikan robot Kutlu/Net

Dunia

Canggih! Pasukan Keamanan Turki Gunakan Robot Kutlu Untuk Hancurkan Bahan Peledak Di Libya

SENIN, 20 JULI 2020 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan keamanan Turki berhasil meledakkan bahan peledak rakitan (IED) dengan cara yang aman. Mereka menggunakan sebuah robot buatan dalam negeri bernama Kutlu (TMR 2).

Dalam sebuah postingan video yang diunggah akun resmi Twitter Kementerian Pertahanan Nasional Turki, terlihat seorang tentara Turki tengah menggunakan robot penjinak bom yang dikendalikan dengan menggunakan remote kontrol.

"Robot domestik dan nasional kami TMR 2, yang menyediakan intervensi jarak jauh dan aman bagi para ahli kami, sedang digunakan secara efektif dalam EYP dan kegiatan pembuangan amunisi yang dilakukan di Tripoli/Libya," seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (19/7).


Serangan oleh panglima pasukan pemberontak Khalifa Haftar, yang berusaha untuk merebut Tripoli, telah meninggalkan jejak mereka di kota-kota Libya.

Libya telah dihancurkan oleh perang saudara sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Pemerintah baru Libya didirikan pada tahun 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin oleh PBB, tetapi upaya untuk penyelesaian politik jangka panjang telah gagal akibat serangan militer yang dilakukan oleh pasukan Haftar.

PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, yang berbasis di Tripoli, sebagai otoritas sah negara itu.

Turki mendukung pemerintah Tripoli dan telah menandatangani perjanjian kerja sama keamanan dengannya pada November lalu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya