Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

加油 Untuk Kita

SABTU, 18 JULI 2020 | 05:12 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

INI mengejutkan tapi tidak ada yang terkejut. Paling lambat besok, Indonesia sudah mengalahkan Tiongkok. Yakni dalam hal jumlah orang yang terkena Covid-19.

Tak terbayangkan sama sekali. Kejutan itu amat besar. Mestinya. Tapi juga tidak lagi membuat hati tergetar.

Padahal, duluuu, ketika jumlah penderita Covid-19 di Tiongkok naik terus mencapai 50.000 kita di Indonesia sangat tergetar. Apalagi ketika kemudian menjadi 60.000 dan naik lagi jadi 75.000.


Sampai-sampai banyak yang kirim ucapan penyemangat ke Tiongkok: 加油! Artinya: naikkan semangat! Yakni ucapan simpati dari kita agar Tiongkok tidak kehilangan harapan. Juga agar tidak putus asa dalam mengatasi virus baru ini.

Kelompok-kelompok masyarakat, terutama kelompok Tionghoa, bikin video 加油 itu. Diteruskan berdamai-ramai dengan suara lantang. Lalu video itu diposting di medsos.

Banyak juga yang meneriakkan 武汉加油!Bersemangatlah Wuhan!

Lockdown total di kota Wuhan pun berhasil. Covid-19 terkendali. Dua bulan beres. Mereka menderita sekali. Tapi punya harapan kapan akan selesai.

Ketika Wuhan --dan seluruh Tiongkok-- selesai dengan urusan Covid kesan kita kuat: kasihan Wuhan. Kasihan Tiongkok. Tapi juga pujian: hebat Wuhan. Hebat Tiongkok.

Tapi lebih hebat lagi kita.

Tidak ada yang terkena Covid-19. Waktu itu. Covid-19 tidak akan masuk Indonesia. Waktu itu.

Teman-teman saya dari Singapura tiba di Indonesia dengan perasaan merdeka dari tekanan. Mereka juga tidak mengira Indonesia menjadi seperti sekarang.

Tulisan ini agak terlalu nyinyir. Padahal tulisan ini hanya untuk menjadi catatan saja bahwa besok, paling lambat, angka Covid-19 kita sudah mengalahkan Tiongkok.

Kemarin angka kita sudah 81.000 orang. Tiongkok masih 83.000. Tapi pertambahan angka di sana hanya satu digit. Setiap hari. Kemarin hanya tambah delapan orang. Itu pun lebih karena virus yang dibawa dari luar ngeri.

Sedang di kita angka itu di atas 1.000 orang sehari.

Tidak ada yang kaget dengan angka kita akan melampaui Tiongkok. Tidak ada yang waswas. Semua biasa-biasa saja.

Mungkin masyarakat sudah lelah. Sudah kehabisan nafas. Juga kehabisan energi. Koordinasi menjadi kian sulit. Wabah besar ini ternyata tidak melahirkan terobosan besar apa-apa.

Tetaplah sehat. Kita tahu vaksin memang sudah ditemukan. Tapi masih akan lama bisa digunakan. Paling cepat akhir tahun ini. Itu pun di Tiongkok. Sedang vaksin dari dunia barat kelihatannya baru awal tahun depan.

Tetaplah sehat.

Ranking kita sudah segera di atas Tiongkok. Tanpa melalui tahapan yang mengejutkan.

Kita pernah banyak membuat slogan 加油, atau 武汉加油。Itu karena kita tahu di sana orang lagi habis-habisan menghadapi pandemi.

Adakah kita, setelah melewati angka Tiongkok, akan menerima slogan penyemangat dari sana? Akankah kita baca 印尼加油! ?Bersemangatlah Indonesia!?

Mereka, waktu itu, bisa bersemangat karena energi masih cukup. Kalau kita baru sekarang diseru untuk bersemangat, bukankah energinya sudah terkuras? Termasuk oleh pertentangan, ego, dan drama-drama?

Tetaplah sehat.

Jangan terlalu khawatir.

Dalam dunia tinju dikenal istilah second wind. Petinju yang sudah sempoyongan kadang bisa dapat angin kedua. Lalu bisa berbalik di atas angin. Lalu menang.

Teruslah sehat.

Kita bisa menciptakan sendiri angin kedua itu.

Kalau tidak ada angin dari atas kita bisa bertiup bersama-sama untuk menciptakan angin kedua itu.

Asal jangan hanya ramai-ramai bersiul.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya