Berita

Gerald Darmanin saat menghadiri konferensi pers di Paris, Prancis, 4 Februari 2019/Net

Dunia

Mendagri Prancis Yang Baru Terjegal Tuduhan Perkosaan, Presiden Macron Tegaskan Jangan Ada Pengadilan Jalanan

JUMAT, 17 JULI 2020 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, yang dituding telah memperkosa seorang wanita, mengatakan dirinya telah menjadi korban ‘perburuan’ kontroversi atas penunjukannya sebagai menteri oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Dalam sebuah wawancara bersama radio Europe 1, Darmanin mengungkapkan  bahwa fitnah dan kritik terhadapnya adalah upaya untuk melemahkan pemerintah.

“Saya adalah target dari fitnah. Saya tidak ingin orang lain ikut dituduh, bahkan musuh terburuk saya pun jangan sampai menjadi korban dari perburuan yang saya alami hari ini," kata Darmanin kepada radio Europe 1, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/7).


Sementara itu, Sophie Patterson-Spatz yang menggugat Darmanin, mengatakan Darmanin telah memperkosanya pada 2009 setelah dia meminta bantuannya untuk menghapus catatan kriminal saat Darmanin menjadi seorang pejabat hukum di partai sayap kanan utama Prancis.

Darmanin mengakui ada hubungan seksual di antara mereka, tetapi dia bersikeras bahwa itu adalah hubungan yang terjadi atas dasar suka sama suka dan kesepakatan. Sama sekali bukan perkosaan.

Tuduhan terhadap Darmanin dijatuhkan pada tahun 2018, tetapi awal tahun ini seorang hakim banding di Paris memerintahkan penyelidikan untuk dibuka kembali. Pekan lalu, ribuan orang memprotes pengangkatannya itu

Darmanin diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri Prancis pada Senin (6/7).

Dalam surat terbuka yang diterbitkan di Le Monde pada hari Rabu, 91 feminis dan aktivis Prancis mengatakan perombakan kabinet mewakili "perubahan politik anti-feminis" di Prancis.

Sementara itu, Macron pada hari Selasa mengatakan, Darmanin pantas menerima anggapan tidak bersalah  dan mengatakan tidak ada yang harus diadili ‘di jalan’ atau melalui media sosial.

"Jika seseorang dituduh dan kemudian dihakimi, tanpa asas praduga tak bersalah, maka dia menjadi korban pengadilan jalanan," ujar Macron dikutip dari Reuters, Selasa (14/7) lalu.

Presiden Emmanuel Macron secara kontroversial mempromosikan mantan menteri anggaran dan bintang  sayap kanan itu ke posisi penting dalam perombakan kabinet pada minggu ini, dan keputusannya itu telah membuat geram kaum feminis.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya