Berita

Tangkapan layar konferensi pers virtual Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Kamis, 16 Juli 2020/RMOL

Dunia

Bulan Depan Indonesia Jadi Presiden DK PBB Lagi, Ini Agenda Yang Akan Dibahas

KAMIS, 16 JULI 2020 | 17:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia kembali dipercaya menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Agustus 2020 selama satu bulan penuh. Ini merupakan jabatan Indonesia kedua sebagai presiden selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, kepresidenan Indonesia di DK PBB bulan depan akan mengusung tema "Advancing Sustainable Peace" atau memajukan perdamaian berkelanjutan. Di mana hal tersebut sesuai dengan visi dan peran Indonesia.

Berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada Kamis (16/7), Retno menyebut, ada tiga pesan utama yang akan Indonesia sampaikan selama masa kepresidenannya.


Hal pertama adalah menyatukan DK PBB dengan menjembatani kepentingan kekuatan utama dan mengembangkan dialog secara kolektif untuk memitigasi Covid-19.

"Kedua, memajukan perdamaian berkelanjutan di dunia pasca pandemik, bukan hanya pemulihan ekonomi, tapi juga memastikan sinergi antara perdamaian dan pembangunan berkelanjutan," sambung Retno.

Terakhir, Indonesia juga akan memajukan upaya global untuk mengatasi masalah keamanan yang muncul selama pandemik. Terutama keamanan siber dan serangan teroris terhadap infrastruktur kesehatan.

Selama menjadi Presiden DK PBB, Indonesia juga akan menggelar pertemuan terkait konflik dan isu terkini, termasuk yang menyangkut Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon, Somalia, Korea Utara, Guinea-Bissau, hingga ISIL.  

Beberapa pertemuan yang akan digelar di antaranya adalah terkait pandemik dan perdamaian berkelanjutan.

"Pertemuan terkait terorisme dan organisasi kriminal. Pertemuan ini akan membahas meningkatnya aktivitas terorisme selama pandemik. Serta formula ancaman keamanan siber terhadap infrastruktur sipil yang kritis, seperti rumah sakit dan bandara," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya