Berita

Wakil Perdana Menteri Thailand, Somkid Jatusripitak/Net

Dunia

Tim Ekonomi Kabinet Mundur Karena Politik, Thailand Makin Terombang-ambing

KAMIS, 16 JULI 2020 | 12:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mundurnya Wakil Perdana Menteri Somkid Jatusripitak dan tiga menteri lainnya dari kabinet membuat ekonomi Thailand semakin tidak menentu. Terutama di tengah krisis akibat pandemik Covid-19.

Menteri Keuangan Uttama Savanayana, Menteri Energi Sontirat Sontijirawong, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Penelitian, dan Inovasi Suvit Maesincee yang dikenal sebagai "pengikut" Somkid ikut mengundurkan diri pada Rabu (15/7).

Selain mereka, Wakil Sekretaris Jenderal Perdana Menteri Kobsak Pootrakul yang juga masuk dalam tim Somkid mengundurkan diri.


Keempatnya diketahui menjadi bagian dari tim ekonomi yang dipimpin oleh Somkid untuk mencegah keruntuhan ekonomi Thailand yang dihantam Covid-19.

Sumber pemerintahan menyebut pengunduran diri Somkid dikarenakan masalah kesehatan.

Namun, melansir Bangkok Post, pengunduran diri tim ekonomi kabinet tersebut lantaran perebutan kursi di kabinet.

Baru-baru ini, Ketua Asosiasi Bankir Thailand, Preedee Daochai dilaporkan bermain golf dengan Sekretaris Jenderal PM, Distat Hotrakitya. Preedee dikabarkan mendapat tawaran untuk bergabung dengan pemerintah sebagai kepala tim ekonomi baru.

Setelah itu, Somkid dan timnya diminta PPRP untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka untuk diisi nama baru.

Geram, Somkid dan timnya kemudian mengundurkan diri dari pemerintahan dan berencana untuk keluar dari partai.

Konflik politik di tengah pandemik Covid-19 tersebut langsung memicu kekhawatiran kalangan bisnis. Ketua Kamar Dagang Thailand, Kalin Sarasin menyebut, tim ekonomi Somkid selama ini memiliki kemampuan yang baik untuk mengambil langkah-langkah cepat dan tangkas. Terutama ketika mereka meluncurkan proyek-proyek stimulus ekonomi.

"Semua proyek ini membutuhkan keputusan yang tajam dan kecanggihan dalam implementasi. Kualitas yang dimiliki Pak Somkid dan pilar tim ekonomi pemerintah," ujarnya.

Kalin mengatakan, publik saat ini tengah menunggu siapa yang akan menjadi tim ekonomi baru. Menurutnya, tim tersebut harus memberikan inovasi-inovasi yang lebih sejak awal, khususnya untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya