Berita

Sandiaga Salahudin Uno/Net

Politik

Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo

RABU, 15 JULI 2020 | 06:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peluang Sandiaga Salahudin Uno untuk bertarung kembali dalam pemilihan presiden (Pilpres) semakin sulit selama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki hasrat maju di  2024 mendatang.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran menilai, rekonsiliasi politik yang telah terbangun baik Prabowo dan Jokowi memberikan sinyal kuat bahwa Pria yang saat ini mendapat jatah Menteri Pertahanan ini akan bergandengan tangan dengan PDIP.

"Rekonsiliasi politik 01-02 pasca Pilpres 2019 memberi sinyal kuat bahwa Prabowo akan ‘bergandengan’ dengan kubu PDI-P dalam Pilpres 2024 mendatang," demikian analisa Andi yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/7).


Doktor Politik Universitas Padjajaran ini menyarankan kepada Sandiaga Uno, jika memang ingin maju merebut kursi presiden atau wakil presiden di tahun 20204 mendatang, maka harus menjalin hubungan politik dengan kubur di luar pemerintah.

Dengan sikap politik itu, Andi meyakini kans pria yang saat ini menjadi Ketua Relawan Indonesia mengatasi virus Corona baru (Covid-19) ini akan semakin kuat. Bahkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan menjadi kompetitor potensial di 2024 mendatang.

"Jika Sandiaga ingin juga ikutan nyapres maka tidak ada jalan lain selain menjauh dari Prabowo dan kubu rezim berkuasa dengan kembali merajut ‘ukuwah’ politik dengan kelompok umat di seberang sana. Dan itu adalah Pilihan yang terbaik bagi Sandi," demikian kata Andi Yusran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya