Berita

Ilustrasi Corona/Net

Nusantara

Update Klaster Secapa TNI AD, 165 Personel Negatif Corona

RABU, 15 JULI 2020 | 00:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) virus corona baru (Covid-19) Jawa Barat, Berli Hamdani menyebutkan, jumlah siswa Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Kota Bandung yang dinyatakan positif kini berkurang menjadi 1.115 orang yang sebelumnya berjumlah 1.280 orang.

“Hasil tes usap dalam kluster Secapa AD dari jumlah 1.280 orang itu sudah dilakukan swab kepada lebih dari 100 orang dan sudah dinyatakan 98 personel TNI AD yang dinyatakan sembuh atau negatif,” ucap Berli, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (14/7) seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Selanjutnya, pada swab test kedua hasilnya sebanyak 165 orang di Secapa AD yang sebelumnya positif dinyatakan negatif.


“Ada sebanyak 165 orang di Secapa AD yang sebelumnya positif menjadi negatif dan setelah dilakukan tes usap kedua. Kemudian dari 1.280 pasien Covid-19 di Secapa AD yang pagi ini berkurang 165 menjadi 1115 yang masih dalam pengawasan atau pemantauan atau pun juga dalam perawatan,” katanya.

Guna mencegah penyebaran, kata Berli, pengurus RW di wilayah Secapa AD maupun Pusdikpom telah melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan kejadian.

“Pada hari Jumat kemarin sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian Dinas Kesehatan Kota Bandung sudah melaksanakan tes secara masif untuk wilayah sekitar yang pertama hari Sabtu dilakukan rapid test terhadap 48 orang kemudian dilanjutkan dengan swab terhadap 28 orang,” jelasnya.

“Karena tidak semua orang yang di rapid test itu reaktif kemudian juga tidak semua masyarakat yang di tempat saat itu bersedia untuk dilakukan test jadi masih akan dilakukan test kembali yang akan dimulai pada Rabu besok sampai dengan hari Jumat terhadap kurang lebih 600 masyarakat yang ada di sekitar institusi tersebut,” tambahnya.

Berli pun memastikan, pihaknya telah mulai mengintensifkan pemantauan di sekolah pendidikan baik militer maupun sekolah asrama lainnya dengan sistem surveilance terpadu.

“Sistem surveilance terpadu atau pemantauan terpadu yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat pusat termasuk juga pimpinan institusi lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk Secapa itu berada dibawah Mabes tentunya Mabes juga melakukan pemantauan kemudian juga gugus tugas mulai dari provinsi sampe kepada gugus tugas yang ada di kelurahan atau di desa itu juga melakukan pemantauan dengan menggunakan sistem surveilance terpadu,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya