Berita

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra/Rep

Kesehatan

Masih Abnormal, Jangan Sampai Tambah Merana Karena Corona

SABTU, 11 JULI 2020 | 13:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi pandemik virus corona baru (Covid-19) di Indonesia masih belum bisa diatasi, justru mengalami peningkatan kasus yang pada Kamis (9/7) mencapai 2.657 dalam sehari.

Situasi ini ditanggapi oleh Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, dalam diskusi virtual Polemik bertajuk "Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru", Sabtu (11/7).

"Suasana kita masih abnormal. Jadi kalau new normal itu kan kenormalan baru dari aspek perilaku budaya dan normal baru. Tetapi suasana masih abnormal, karena memang secara data dan grafik kita melihat lembah kurva kita masih di lembah kurva yang menanjak," ungkap Hermawan.


Bahkan, Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Manajemen Administrasi Rumah Sakit Universitas Indonesia ini berpendapat, kasus positif di dalam negeri masih akan meningkat, mengingat pemerintah mulai mengizinkan masyarakat untuk keluar rumah.

"Kasus kita masih diprediksikan akan meningkat, seiring dengan makin permisifnya kesadaran masyarakat kita yang memang mulai dibuka beberapa sektor saat ini," ujarnya.

Untuk itu, Hermawan berharap kepada semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat luas untuk tetap memperhatikan perkembangan mengenai Covid-19, baik dari aspek ilmu kesehatan maupun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Karena menurutnya, semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk kajian yang dilakukan akademisi dan ahli akan percuma, jika masyarakat belum sadar secara penuh akan bahaya infeksi virus corona beserta dampak-dampaknya.

"Jadi corona memang berdampingan sama kita, tapi kita enggak mau bersahabat dan berdampingan dengan corona ini. Kita ingin corona hilang dari kita. Jangan sampai kita malah dibuat merana sama corona," demikian Hermawan Saputra.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya