Berita

Ekonom senior Indef, Faisal Basri/Repro

Bisnis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun

SABTU, 11 JULI 2020 | 03:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bank dunia telah menaikkan klasifikasi Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah-bawah atau lower-middle income menjadi negara berpendapatan menengah-atas atau upper-middle income.

Kenaikan kelas itu pun dibanggakan oleh Presiden Joko Widodo.

Ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri mengatakan, kenaikan kelas Indonesia berdasarkan pendapatan nasional seharusnya terjadi sejak 2018. Namun, karena pertumbuhan ekonomi pada saat itu melambat, maka baru terjadi pada 2019.


"Sebetulnya tidak ada hubungan antara naik kelas dengan pandemik,  karena naik kelasnya tahun 2019, harusnya kita 2018 sudah naik kelas, namun pertumbuhan ekonomi melambat dan nilai tukar 2018 itu jeblok, ini kan semua dalam US dollar," ucap Faisal Basri saat diskusi yang bertajuk "Kebijakan Publik Naik Kelas Atau Resesi: Menguji Efektivitas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)" bersama pada ekonom senio INDEF yang diselenggarakan Indef dan Narasi Institute, Jumat malam (10/7).

Namun demikian kata Faisal, hal tersebut patut disyukuri karena Indonesia menjadi satu-satunya negara yang naik kelas dari lower-middle income ke upper-middle income.

"Patut disyukuri, kita satu-satunya negara yang naik kelas dari lower-middle income ke upper-middle income, satu-satunya," kata Faisal.

Karena kata Faisal, ada beberapa negara yang justru turun kelas, dari upper-middle income ke lower-middle income, seperti Sri Lanka dan Aljazair.

Meskipun begitu, Faisal memprediksi bahwa Indonesia naik kelas hanya bertahan satu tahun. Di 2020 ini dinilai akan kembali turun kelas.

"Itu sekedar angka saja. Kemungkinan besar kita naik kelasnya cuma 1 tahun, tahun 2020 ini turun lagi. Tidak apa-apa, tapi mudah-mudahan 2021 kita kembali lagi naik kelas," terang Faisal.

Karena sambung Faisal, tanpa naik kelas, Indonesia juga sudah tidak memperoleh fasilitas dari Generalized System of Preferences (GSP).

"Kita kalau ke Amerika tidak di bebaskan bea masuk lagi, jadi kena bea masuk seperti yang berlaku. Oleh karena itu, itu tidak ada kaitannya dengan Covid. Nah Covid justru yang membuat kemungkinan besar kita akan turun lagi pendapat kelompoknya di tahun ini," pungkas Faisal.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya