Berita

Walikota Bogor Bima Arya dalam diskusi virtual bertajuk "Membaca Diplomasi Indonesia"/RMOL

Nusantara

Ini Kunci Utama Bima Arya Memajukan Kota Bogor

MINGGU, 05 JULI 2020 | 19:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah era globalisasi serta perkembangan teknologi dan informasi seperti saat ini, kerjasama dan kolaborasi merupakan cara paling efektif untuk saling membangun satu sama lain, baik di tingkat negara, wilayah maupun masyarakat.

Cara itu pula lah yang digunakan oleh Walikota Bogor Bima Arya sebagai kunci untuk mewujudkan visi yang dia bawa sejak menjabat sebagai orang nomor satu di kota Bogor itu.

"Sejak menjabat, saya bertekad untuk membawa kota Bogor ke arah ini, yakni kota Bogor sebagai smart city (kota pintar), heritage city (kota pusaka) dan green city (kota hijau)," jelas Bima dalam diskusi virtual bertajuk "Membaca Diplomasi Indonesia" yang digelar pada Minggu (5/7).


Menurutnya, untuk mewujudkan visi tersebut, cara terampuh bukan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi juga dengan melakukan kerjasama dan kolaborasi.

"Kita sadar bahwa untuk mewujudkan visi itu tidak bisa dikerjakan sendiri, butuh kolaborasi. Karena tanpanya, we are going nowhere," sambung Bima.

Karena itulah, sejak menjabat, Bima gencar menjalin kerjasama dengan sejumlah pemimpin daerah dari negara-negara lain untuk bertukar ide dan gagasan.

Seperti soal pengendalian sampah, kota Bogor di bawah kepemimpinan Bima, menjalin kerjasama dengan gubernur prefektur Hiroshima di Jepang.

"Kita teken MoU (nota kesepahaman) dengan gubernur prefektur Hiroshima untuk kirim ibu-ibu PKK, dinas, karang taruna, untuk dibantu belajar mengelola sampah," jelas Bima.

Sementara dengan Australia, sambung Bima, Kota Bogor menjalin kerjasama dalam hal water management.

Selain itu, Bima juga aktif mengambil bagian dalam Aliansi Walikota dan Bupati se-Asia Pasifik dalam Pengendalian Tembakau (APCAT) untuk mengalakan larangan merokok di Bogor.

"Kota Bogor galak kalau soal rokok," kata Bima.

Bukan hanya itu, sebelum dinyatakan positif terinveksi virus corona atau Covid-19, Bima sempat berkunjung ke kota Baku, Azerbaijan. Bima menjelaskan, kunjungannya ke kota itu adalah untuk menjalin kerjasama sekaligus belajar soal pelayanan publik.

"Kota Baku dikenal sebagai best practice dalam hal layanan yang dikelola satu pintu," jelasnya.

Sementara itu untuk mewujudkan visi Bogor sebagai kota heritage, Bima menjalin kerjasama dengan kota Leiden di Belanda.

"Banyak data-data dan catatan sejarah soal kota Bogor ada di sana, terutama di Leiden Library, terutama soal sejarah pembangunan kota Bogor di masa kolonial," ungkap Bima.

Tidak sampai di situ, Bima juga menjalin kerjasama join research dengan Oxford terkait dengan kemiskinan, baik untuk pemetaan cluster kemiskinan di kota Bogor maupun metode yang bisa digunakan.

"Jadi pemerintah daerah aktif berperan dalam kancah internasional untuk memajukan daerah," demikian Bima.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya