Berita

Pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing/Net

Politik

Pengamat: Debat Erick Thohir Vs Adian Napitupulu Bagus Untuk Pencerahan Publik

JUMAT, 03 JULI 2020 | 07:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kehadiran pamflet debat terbuka antara politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan Menteri BUMN Erick Thohir di media sosial dipertanyakan. Pertanyaan mengerucut pada siapa yang membuat flyer tersebut.

"Saya terus terang mengatakan yang membuat itu siapa? Apakah kalau yang membuat itu adalah pihak ketiga tidak dari Adian tidak dari Erick Thohir, itu sangat kecil terjadi,” ujar pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/7).

Dari sudut komunikasi, sambung Emrus, kehadiran pamflet itu bisa memunculkan beberapa kemungkinan. Pertama, jika pembuat poster itu adalah pihak ketiga, maka kemungkinan tidak akan terjadi debat terbuka.


Kedua, tingkatan yang memungkinkan debat itu bisa terjadi adalah jika salah satu pihak, baik Adian atau Erick Thohir memang berkeinginan untuk berdebat.

“Ketiga, tingkatan yang lebih tinggi itu sudah pasti kalau berduanya sepakat. Itu kan kalau dari sudut komunikasi," jelas Emrus.

Terlepas dari itu, Emrus menilai perdebatan itu sangat bagus jika memang benar-benar terjadi atau terwujud. Dengan adanya debat, maka permasalahan yang ada di BUMN bisa terurai dengan baik.

Publik bisa secara gamblang mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi langsung dari pihak-pihak yang kompeten.

"Bagus sekali kalau itu terjadi. Sebaiknya mereka ini bertemu antara Adian dengan Erick Thohir, buka-bukaan saja," katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya