Berita

Pihak berwenang Maroko menepis tudingan yang dibuat oleh Amnesty International dalam laporan terbarunya soal serangan mata-mata siber/Net

Dunia

Jauh Dari Fakta, Maroko Tepis Tudingan Amnesty International Soal Serangan Mata-mata Siber

KAMIS, 02 JULI 2020 | 20:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Laporan terbaru Amnesty International yang menuding bahwa pemerintah Maroko melancarkan serangan mata-mata siber terhadap seorang wartawan bernama Omar Radi, sangat tidak berdasar.

Laporan itu dirilis pada 22 Juni lalu. Dalam laporan tersebut, Amnesty International mengklaim pihaknya telah menghubungi pihak berwenang Maroko sebelum menerbitkan laporan tersebut.

Namun klaim itu ditampik oleh pemerintah Maroko. Sebaliknya, pemerintah Maroko menuntut Amnesty International untuk menyuguhkan bukti atas tuduhan serangan mata-mata siber yang dimuat dalam laporan itu.


Mengutip Morocco World News belum lama ini, pihak berwenang Maroko telah mereka menerima Direktur Eksekutif Amnesty International di Maroko, Mohamed Sektaoui. Dalam pertemuan itu, pejabat Maroko menyatakan keterkejutan mereka atas tuduhan yang terkandung dalam laporan tersebut.

Bukan hanya itu, pihak berwenang Maroko juga menyangkal telah dihubungi pihak Amnesty International terkait laporan tersebut.

Sebaliknya, Maroko menilai bahwa penerbitan laporan tersebut yang mobilisasi oleh 17 outlet berita di seluruh dunia itu memiliki agenda tersembunyi, yakni untuk melancarkan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Maroko.

Sebagian karena terkait dengan kalangan yang menyimpan kebencian terhadap Kerajaan Maroko, sementara yang lainnya adalah bagian dari logika persaingan antara kelompok ekonomi pada pemasaran peralatan yang digunakan dalam intelijen.

Oleh karena itu, pihak berwenang Maroko menuntut Direktur Eksekutif Amnesty International untuk menyediakan bukti nyata sesegera mungkin atas tuduhan yang tertuang dalam laporan itu.

Pasalnya, laporan itu bertentagan dengan upaya pemerintah Maroko sejauh ini yang melakukan melakukan segala daya dan upaya yang diperlukan demi melindungi hak-hak warganya.

Kini, sambi menunggu tanggapan resmi yang terperinci dari pihak Amnesty International, pihak berwenang Maroko menekankan bahwa setelah penangguhan, selama beberapa tahun, kerjasama dengan organisasi tersebut dirasa tidak banyak perubahan yang dapat menjauhkannya dari penyimpangan yang bertentangan dengan aturan membela hak asasi manusia.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya