Berita

Dengan bantuan dari UNICEF anak-anak Sudan Selatan terlihat sehat dan bisa pergi ke sekolah/Net

Dunia

Perjuangan UNICEF Di Tengah Pandemik; 1,3 Juta Anak Di Sudan Selatan Kekurangan Gizi Akut

RABU, 01 JULI 2020 | 05:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah cengkeraman pandemik Covid-19, UNICEF melakukan berbagai upaya untuk tetap memberikan bantuan reguler kesehatan kepada anak-anak di Sudan Selatan.

Perwakilan UNICEF di Sudan Selatan, Mohamed Ag Ayoya, menjelaskn sekitar 84.625 anak-anak di negara itu menderita kekurangan gizi akut dan telah dirawat sejak awal tahun.

“Sementara kami terlibat dalam respon terhadap penyakit Covid-19 bersama dengan mitra kami, sebisa mungkin kami terus menerapkan program regular, untuk memastikan akses ke layanan kesehatan dan nutrisi yang kritis untuk menyelamatkan jiwa bagi anak-anak, mengatasi kekurangan gizi akut yang parah, serta penyakit mematikan anak seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut dan penyakit diare,” kata Ayoya, dikutip dari AA, Selasa (30/6).


“Jika tidak melakukan hal itu akan memperburuk keadaan sejumlah besar anak-anak di Sudan Selatan karena penyakit dan bahkan mungkin kematian. Kami tidak bisa menerima itu terjadi,” katanya.

Pemberlakuan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan dalam menyalurkan berbagai bantuan.

“Karena pembatasan langkah-langkah pergerakan diberlakukan untuk menahan penyebaran Covid-19, kami juga telah berjuang untuk melakukan perjalanan dan mengirimkan pasokan ke seluruh negeri, dan beberapa program kami harus ditunda atau diperkecil. Kami berharap bahwa kondisi ini akan segera diatasi,” ungkapnya.

“Karena sudah jelas bahwa Covid-19 telah menjadi bagian dari kenyataan Sudan Selatan untuk sementara waktu. Meski demikian semua harus dilakukan untuk memastikan anak-anak terus menerima layanan dasar kesehatan, nutrisi yang baik, pendidikan, WASH  ( air, sanitasi dan kebersihan) dan perlindungan, yang menjadi hak mereka,” lanjut Ayoya.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Oktober 2019, UNICEF menilai bahwa, sekitar 1,3 juta anak-anak Sudan Selatan di bawah usia lima tahun berisiko menderita kekurangan gizi akut pada tahun 2020.

Laporan itu menyoroti fakta nyata bahwa hanya ada 7 persen anak-anak Sudan Selatan yang berusia di bawah lima tahun menikmati makanan yang cukup.

Ini menggarisbawahi hubungan antara kekurangan gizi anak dan resiko penyakit umum, termasuk malaria, yang katanya sering berawal darikekurangan gizi.

Organisasi global itu juga mengungkapkan bahwa hanya 50 persen rumah tangga di Sudan Selatan yang memiliki akses ke air bersih, sementara hanya 10 persen memiliki akses ke sanitasi yang lebih baik.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya