Berita

Gubernru Sumsel Herman Deru saat menrima kedatanagan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah/RMOLSumsel

Nusantara

Herman Deru-Rohidin Mersyah Sepakat Bangun Jalan Baru Sumsel Bengkulu

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 04:52 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gubernur H Herman Deru (HD) menilai peningkatan konektivitas dengan membangun jalan penghubung baru sepanjang 49 km antar provinsi, yang direncanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu, merupakan langkah sangat strategis.

Hal itu diutarakannya ketika menerima kunjungan kerja Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kamis  Kamis (25/6). Tujuan dari koordinasi itu yakni pembukaan jalan baru yang akan menghubungkan Bengkulu dan Kabupaten Empat Lawang, Sumsel, melalui program TNI Manunggal Masuk Desa di Griya Agung Palembang.

Menurut HD, peningkatan konektivitas mendorong semakin eratnya kerjasama antar kedua daerah di wilayah Sumbagsel tersebut. Termasuk juga berimbas pada peran Sumabagsel dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi secara nasional.


“Ini kumpulan dari keinginan masyarakat yang mengharapkan akses cepat baik dari Sumsel menuju Bengkulu maupun sebaliknya. Dengan begitu, perekonomian tentu akan semakin meningkat dengan biaya perjalanan yang minim. Selama ini, untuk melakukan perjalanan baik dari Sumsel ataupun Bengkulu harus memutar,” kata HD seperti dikutip Kantor Berita RMOLSumsel.

HD menambahkan, peningkatan akses jalan penghubung baru antar provinsi tersebut penting dilakukan.

“Dunia sudah semakin maju. Sudah saatnya kita meningkatkan akses jalan tersebut agar lebih efisien. Akses tol juga memang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, namun gerbangnya berada di Lubuklinggau. Untuk itu, upaya ini kita lakukan agar daerah lain seperti Kabupaten Empat Lawang dan Lubuklinggau juga terkoneksi. Ini akan kita lakukan tripartit antara Sumsel, Bengkulu, dan TNI,” terangnya.

Lebih lanjut HD menjelaskan, komitmen untuk meningkatkan konektivitas daerah yang dilakukan Pemprov Sumsel dan Bengkulu rupanya bukan hanya agar berpatokan pada aspek ekonomi saja, tapi juga langkah mempertahankan budaya serta mempermudah jalur evakuasi dalam keadaan darurat.

“Ini bukan upaya untuk membangun ekonominya saja, tapi juga mempertahankan akar budaya. Selain itu, ini dijadikan akses untuk mempercepat evakuasi ketika dalam keadaan darurat. Daerah pesisir ini memang rawan akan terjadi bencana,” tegasnya.

Diketahui, saat ini ada empat jalan akses penghubung antara Sumsel dan Bengkulu. Dua diantaranya merupakan jalan provinsi dan dua lainnya jalan nasional.

Jika ini telah dirampungkan, lanjut HD, maka ke depan Sumsel akan berupaya untuk peningkatan mutu komoditi sehingga dapat semakin bersang dengan daerah lain.

“Kenapa saat ini kita kurang bersaing, karena kita kalah dengan ongkos perjalanan yang mahal dengan biaya produksi yang sama. Jika ini sudah terkoneksi dan perjalanan dapat ditempuh dengan cepat dan murah, maka ongkos perjalanan itu bisa kita gunakan untuk peningkatan mutu seperti kopi, karet dan pangan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, upaya ini merupakan lanjutan dari kesepakatan yang telah dilakukan tahun lalu.

“Sumsel dan Bengkulu sepakat untuk memperbanyak konektivitas. Termasuk juga akses tol yang saat ini masih proses. Ini akan menjadi arus ekonomi baru baik dari Sumsel ke Bengkulu maupun sebaliknya,” kata Rohidin.

Dia menjelaskan, saat ini ada dua prioritas peningkatan jalan penghubung yang akan dilakukan. Dimana Pemprov Sumsel dan Bengkulu akan membuat akses Jalan Baru dari Kabupaten Seluma ke Kabupaten Empat Lawang serta meningkatkan jalan Kabupaten Kaur ke kawasan Air Tembok perbatasan Sumsel.

“Dua jalan ini kita nilai potensial. Ini akan membawa dampak untuk ekonomi bagi masyarakat, disamping itu juga memberikan pengamanan untuk jalur evakuasi bencana,"terangnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya