Berita

Kepala Desa Purui, Kec Morosi, Mahadi/Ist

Nusantara

Beda Sikap, Warga Sekitar Pabrik Di Konawe Sambut Baik Kedatangan 500 TKA China

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 01:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.

Bahkan, ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Bandara Haluoleo, Kendari, Selasa (23/6). Mereka menolak kedatangan TKA yang merupakan tenaga ahli dan akan membantu mempercepat selesainya pembangunan smelter PT VDNI dan PT OSS di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kendati demikian, pendapat sebaliknya justru disampaikan oleh warga lokal di sekitar pabrik.


Mahadi (52 tahun), Kepala Desa Purui Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe menyayangkan pihak-pihak yang berkomentar tanpa mempertimbangkan ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada beroperasinya industri pengolahan nikel ini.

"Kehadiran VDNI membuka lapangan kerja kepada masyarakat yang sebelumnya bekerja tidak menentu," terang Mahadi, Rabu (24/06).

Selain itu, salah seorang warga setempat bernama Budiono (58), mengaku senang dengan kedatangan TKA tersebut karena dapat mempercepat selesainya smelter yang tengah dibangun.

Menurutnya, kedatangan TKA China membuat omzet usaha warung makannya akan semakin ramai. Sejak berdirinya VDNI, penghasilan rata-ratanya melonjak menjadi Rp 5 juta per hari. Padahal, dahulu penghasilan sebagai petani hanya sebesar Rp 5 juta per tiga bulan saat panen.

Pria yang membuka tempat usaha warung makan di jalan masuk kawasan industri tersebut juga mengantongi tambahan penghasilan dari indekos yang ia bangun. Indekos semi permanen dengan 56 kamar tersebut tak pernah kosong penghuni.

“Saya sewakan ada yang Rp 600 ribu, Rp 800 ribu, sampai sejuta sebulan,” katanya.

Selain menguatkan perputaran ekonomi, kedatangan TKA tersebut diharapkan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal di Sultra, khususnya di wilayah sekitar berdirinya pabrik. Menurut salah seorang pekerja lokal, Sukal Septi Sari, kedatangan tenaga ahli asal China tersebut akan meningkatkan lapangan kerja dari perusahaan.

“Tenaga kerja lokal bisa diserap, karena satu tenaga ahli dari China akan dibantu oleh tujuh karyawan lokal,” ujar Sukal.

Pekerja lokal lainnya, Ruli, menuturkan bahwa semakin banyak masuknya TKA yang merupakan tenaga ahli, akan berdampak positif terhadap penyerapan tenaga lokal terutama angkatan pekerja yang baru lulus jenjang pendidikan.

“Masuknya mereka akan berdampak positif, karena anak-anak muda yang baru saja menamatkan pendidikan yang masih nganggur dan lulus sekolah dapat langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya