Berita

Superkomputer Fugaku Jepang di Riken Center for Computational Science di Kobe, prefektur Hyogo/AFP

Dunia

Serius Lawan Covid-19, Jepang Gunakan Superkomputer Tercepat Di Dunia

SELASA, 23 JUNI 2020 | 00:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bukan Jepang namanya jika tanpa inovasi dan teknologi. Negeri sakura baru-baru ini kembali menuai decak kagum banyak pihak karena dinobatkan sebagai negara yang memiliki superkomputer tercepat di dunia.

Superkomputer yang disebut dengan Fugaku itu berhasil merebut posisi teratas pada daftar Top500, yakni sebuah situs bergengsi yang telah melacak evolusi kekuatan pemrosesan komputer selama lebih dari dua dekade terakhir.

Daftar ini diproduksi dua kali setahun dan memberikan tingkat superkomputer berdasarkan kecepatan dalam tes benchmark yang ditetapkan oleh para ahli dari Jerman dan Amerika Serikat.


Fugaku, yang berarti Gunung Fuji dalam bahasa Jepang, telah dikembangkan selama enam tahun terakhir dan semula diharapkan mulai beroperasi penuh waktu mulai April 2021.

Namun karena pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun ini, pengoperasian Fukagu dipercepat. Perangkat tersebut kini digunakan untuk membantu pemerintah Jepang melawan pandemi Covid-19.

Fugaku sendiri dikembangkan bersama oleh pusat penelitian ilmiah Riken dan perusahaan Fujitsu. Menurut pihak Riken, dalam keterangan yang dirilis awal pekan ini (Senin, 22/6), superkomputer ini dibangun dengan dukungan dari pemerintah Jepang.

Fukagu memiliki kecepatan kira-kira 415,53 petaflops, atau 2,8 kali lebih cepat daripada superkomputer Amerika Serikat yang berada di posisi kedua dalam daftar yang sama yang memiliki kecepetan sekitar 148,6 petaflops.

Menurut Riken, superkomputer itu lebih dari 1.000 kali lebih cepat dari komputer biasa.

Dalam pengoperasian perdananya di tengah pandemi Covid-19 ini, Fukagu memiliki banyak peran. Salah satunya adalah dalam menjalankan simulasi tentang bagaimana tetesan atau droplets akan menyebar di ruang kantor dengan partisi dipasang atau di dalam kereta dengan jendela terbuka.

"Saya berharap teknologi informasi terdepan yang dikembangkan untuk itu akan berkontribusi pada kemajuan besar pada tantangan sosial yang sulit seperti Cid-19," kata kepala Pusat Ilmu Komputasi Riken, Satoshi Matsuoka dalam sebuah pernyataan, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Bukan hanya masuk daftar Top500, Fugaku juga menduduki beberapa peringkat kinerja superkomputer lainnya. Perangkat ini menjadi yang pertama yang secara bersamaan berada di atas daftar Graph500, HPCG dan HPL-AI yang juga tidak kalah bergengsi.

Untuk diketahui, superkomputer adalah alat vital untuk karya ilmiah terdepan. Perangkat ini memiliki kemampuan untuk melakukan perhitungan cepat untuk banyak hal, mulai dari prakiraan cuaca hingga pengembangan rudal.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya