Berita

Menteri Keungan RI, Sri Mulyani/Net

Bisnis

Sri Mulyani: Jika Terjadi Second Wave Corona Kontraksi Ekonomi Indonesia Minus 3,9 Persen

SENIN, 22 JUNI 2020 | 23:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengadu ke Komisi XI DPR RI mengenai sulitnya memproyeksikan RAPBN 2021 lantaran hantaman keras pandemik virus corona baru (Covid-19) yang membuat perubahan ekonomi nasional tidak menentu.

“Dengan kondisi Covid-19 dan pengaruhnya terhadap perekonomian kami mencoba untuk menyampaikan proyeksi dari indikator-indikator yang akan kita gunakan dalam perhitungan nota keuangan RAPBN 2021,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas KEM PKF RAPBN 2021, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (22/6).

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, untuk tahun 2020 pemerintah telah melihat proyeksi ekonomi berada di kisaran -0,4 persen sampai dengan 1 persen.


Setelah mengalami kontraksi dahsyat akhirnya diubah akibat sentimen negatif dari virus asal Kota Wuhan, China.

“Ini karena uper endnya yang 2,3 persen kami revisi ke bawah dengan melihat kontraksi di Q2 (kuartal II). Seperti yang kami sampaikan juga dalam sidang kabinet minggu lalu sekarang fokus dari pemerintah adalah mengejar agar Q3 dan Q4 ekonominya bisa kembali pulih dari kontraksi di Q2,” paparnya.

Sri Mulyani sempat berharap kondisi ekonomi di bulan April hingga Mei sudah dalam kondisi terburuk. Sehingga dalam bulan Juni hingga Juli bisa terjadi perbaikan ekonomi dan menjadikan momentum tersebut untuk menjaga kuartal tiga dan kuartal empat.

“Inilah yang menjadi fokus pemerintah dalam menggunakan instrumen kebijakannya. Kami tentu bersama Pak Gubernur akan terus mengawal agar di Q3 dan Q4 bisa terealisir, baik di APBN  maupun moneter bisa kita jaga bersama,” katanya.

“Ini yang diharapkan bisa menimbulkan confident (percaya diri) bagi kita  untuk bisa melihat proyeksi 2021. Di mana kami memperkirakan proyeksi 2021 pertumbuhannya ada di kisaran 4,5-5,5 persen,” imbuhnya.

Menkeu dua periode ini mengatakan, jika dibandingkan dengan lembaga internasional yang melakukan estimasi terhadap perekonomian Indonesia seperti Bank Dunia, pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi mereka hanya 0 persen dan tahun depan akan tumbuh di angka 4,8 persen.

Namun, di Indonesia, pemerintah sendiri telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan -3,9 persen jika terjadi gelombang kedua Covid-19.

“OICD memperkirakan Indonesia akan negatif 3,9 persen hingga -2,8 persen , tergantung akan terjadi second hit atau tidak. Kalau terjadi second hit atau second wave maka kontraksi tahun ini diperkirakan akan -3,9 persen dan kalau tidak terjadi akan -2,8 persen. Tahun depan OICD membuat proyeksi yang range sangat luas 2,6 hingga 5,2,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya