Berita

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono/Net

Politik

PKI Vs Kadrun, Posisi Arief Poyuono Dikabarkan Menguat

SENIN, 22 JUNI 2020 | 23:09 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Manuver sekelompok politisi Partai Gerindra yang ingin menggusur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dipastikan kandas.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, Ketua Umum yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tidak tertarik  “mengadili” Arief Poyuono lewat Mahkamah Kehormatan Partai.

Oleh sementara kalangan di Gerindra, pernyataan Arief Poyuono bahwa isu kebangkitan komunisme dan PKI dimainkan kelompok kadrun dianggap menciderai partai. Pernyataan itu pun dikhawatirkan memberi kesan Gerindra cenderung permisif dengan kebangkitan komunisme dan PKI.


Di sisi lain, menurut informasi yang diterima redaksi itu, Prabowo kelihatannya memahami bahwa pernyataan itu disampaikan Arief Poyuono dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu. Belum lagi pada faktanya pernyataan itu disampaikan Arief Poyuono di kantornya di bilangan Cikini, Jakarta Pusat.

Selain itu, Prabowo juga disebutkan memahami bahwa dengan menyampaikan hal itu Arief Poyuono sebenarnya sedang mengingatkanseluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi pandemi Covid-19. Bukan malah sebaliknya, terpecah belah oleh isu usang.

“Yang mengusulkan Mahkamah Kehormatan untuk menggusur atau setidaknya mengadili Arief Poyuono kelihatannya akan gigit jari,” ujar seorang pengurus teras Partai Gerindra yang tidak ingin disebutkan namanya.

Adapun Arief Poyuono kepada redaksi beberapa saat lalu kembali mengatakan dirinya yakin Prabowo Subianto tahu bahwa apa yang sedang dia kerjakan adalah untuk kebaikan bersama.

“Pak Prabowo dan Gerindra adalah bagian dari pemerintah. Sudah menjadi kewajiban kami untuk mengingatkan semua elemen masyarakat agar bersatu menghadapi era pandemi. Jangan mau dipecah belah dan diadu domba,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya