Berita

Politisi PDIP, Adian Napitupulu/RMOL

Politik

Anak Buah Sri Mulyani: Bung Adian Meracik Perbandingan Sedemikian Kontras Supaya Lebih Sedap

SENIN, 22 JUNI 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Data perbandingan utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih besar dibanding utang pemerintah Malaysia yang disampaikan politisi PDIP, Adian Napitupulu diragukan Kementerian Keuangan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo merasa perlu meluruskan tudingan Adian tersebut.

"Tentu saja (kritik) itu hal biasa, dan meluruskan beberapa opininya pun hal yang lumrah. Beberapa hal perlu diklarifikasi karena tidak sesuai dengan isi regulasi dan intensi kebijakan terkait Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Mari kita tilik satu per satu,” ujar Prastowo lewat keterangan tertulisnya, Senin (22/6).


Anak buah Sri Mulyani itu menyinggung pernyataan Adian yang mempersoalkan jumlah utang BUMN yang disebut Rp 5.600 triliun, sementara total ULN Malaysia di kisaran Rp 3.500 triliun.

“Benar dan tepatkah perbandingan ini? Jika yang dimaksud adalah total utang BUMN, berdasarkan laporan tahun 2019, total utang BUMN adalah Rp 6.070 T termasuk di dalamnya dana pihak ketiga sebagai liabilitas bank BUMN sebesar Rp 2.842 T. Sehingga utang usaha BUMN 2019 sebesar Rp 3.228 T. Dengan demikian jelas ULN Malaysia lebih tinggi dibandingkan utang usaha BUMN,” paparnya.

Dia mengatakan, Adian kurang tepat membandingkan nominal utang antara Indonesia dan Malaysia lantaran memiliki ukuran ekonomi yang berbeda. Apalagi utang sebuah negara dengan BUMN.

Pada tahun 2018 (World Economic Outlook-IMF 2018), jelasnya, rasio utang pemerintah Malaysia adalah 56,3% atau peringkat 80, jauh di atas Indonesia yang berada di peringkat 158 dunia dengan rasio 29,3% dari 184 negara.

Lebih lanjut, untuk posisi Utang Luar Negeri (ULN) kedua negara, di tahun 2019, ULN Malaysia sebesar 227,1 miliar dolar AS atau setara dengan 62,6% PDB Malaysia (Laporan Tahunan Bank Negara Malaysia). Sedangkan ULN Indonesia 404,5 miliar dolar AS atau setara dengan 36,1% terhadap PDB Indonesia (SULNI-Bank Indonesia).

“Baiklah, rasanya itu cuma bumbu karena Bung Adian tak hendak mengatakan itu. Bumbu perbandingan pun diracik sedemikian kontras supaya lebih sedap. Ide bagi-bagi duit ke pelaku UMKM, termasuk helicopter money, memang memukau. Kalkulus yang dilembari keberpihakan pada yang lemah biasanya tak membutuhkan penjelasan lanjutan. Justru disinilah jantung perkaranya,” bebernya.

“Membagi uang, taruhlah Rp 152 T ke pelaku UMKM tentu baik dan bermanfaat. Namun tanpa didasari pertimbangan matang, khususnya mengukur kemampuan diri, menghitung luasan dan kedalaman dampak pandemik, daya tahan menghadapi guncangan, tata kelola yang baik. Boleh jadi kita justru menggali lubang baru,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya