Berita

Komisioner Komnas HAM, M. Chairul Anam/RMOL

Pertahanan

Kasus Peretasan Digital Paling Banyak Diadukan, Komnas HAM: Itu Harus Kita Ungkap

RABU, 17 JUNI 2020 | 14:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Belakangan ini kasus peretasan digital menjadi yang paling tinggi diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Komisioner Komnas HAM, M. Chairul Anam mengatakan, Komnas HAM banyak menerima aduan persoalan yang mengganggu demokrasi di Indonesia, yakni adanya peretasan digital.

"Kasus yang paling menyorot itu peretasan, banyak, sampai semalam saja kami dapat informasinya," ucap M. Chairul Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL di Kantor Komnas HAM, Rabu (17/6).


Sehingga kata Anam, Komnas HAM ingin mengungkap persoalan yang sebenarnya di balik beberapa insiden yang terjadi belakangan, seperti peretasan digital, teror dan lainnya.

"Oleh karenanya sebenarnya kami ingin ada pengungkapan sebenarnya ada apa di balik ini semua? Kok (kasus) tiba-tiba kebebasan berekspresi sangat tinggi angkanya dan peretasan digital juga sangat tinggi. Itu yang harus kita ungkap," tegas Anam.

Dengan demikian, Komnas HAM kata Anam akan mendorong pihak Kepolisian agar mengungkapkan sosok di balik insiden peretasan yang dialami banyak pihak, mulai dari aktivis, Jurnalis hingga akademisi yang terjadi belakangan ini.

"Beberapa pengalaman yang dilakukan oleh Kepolisian bisa membongkar termasuk juga aksi-aksi yang lebih rumit, kaya aksi terorisme dan lain sebagainya. Dengan rekam jejak digital, terus dengan teknologi digital forensik saya kira mampu. Oleh karenanya tantangan kita ke depan adalah ayo kita bongkar ini semua agar gak menjadi preseden demokrasi," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya