Berita

Direktur Rekor, Abdul Rosyid Arsyad/Net

Nusantara

Rekor Kritik Sembako Bansos, Abdul Rosyid: Sangat Tidak Layak

SENIN, 08 JUNI 2020 | 22:15 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) angkat bicara terkait banyaknya keluhan masyarakat untuk sembako yang diterima dari bantuan sosial (Bansos) pemerintah yang dinilai sangat tidak layak.

Direktur Rekor, Abdul Rosyid Arsyad yang juga Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) menilai kualitas dan harga sembako tidak sebanding anggaran Kemensos persatu paket.

"Contoh satu jenis saja, misal harga persatu jenis bahan pokok yang masuk paket sembako bansos, yang dianggarkan Kemensos yakni seperti beras Rp 13.500 atau Rp 12.500. Namun saat sampai di masyarakat, ternyata itu beras yang harganya sekitar Rp 8.000 ribu sampai Rp 9.500," kata Rosyid melalui pesan tertulisnya, Senin (8/6).


Rosyid pun mempertanyakan, apa tidak ada dari Kementerian Sosial dan KPK yang menelusuri satu persatu kualitas dan harga satuan jenis paket sembako bansos yang berasal dari pemegang Surat Perintah Kerja (SPK) yang memang perusahaan-perusahaan yang menggarap pelaksana pengadaan paket sembako bansos.

"Harusnya ada pihak dari Kementerian Sosial yang melakukan validasi data dan harga serta lokasi pembelian satuan jenis paket sembako sekaligus pengontrolan, pengecekan dan pengawasan terkait kualitas dan harga paket sembako bansos seperti beras, minyak goreng dan sarden," ujar Rosyid.

Rosyid menegaskan, seharusnya harga paket sembako tersebut sama atau tidak beda jauh yang dianggarkan dari Kementerian Sosial jika membeli langsung persatu jenis yang masuk paket sembako langsung ke pabrik atau distributor.

"Jangan sampai ada perusahaan yang bukan bidangnya di bahan pokok melakukan pengadaan bansos paket sembako Covid-9. Itu kan bisa dicek dari NIB dan izin usaha tertera bidang usahanya," ujarnya.

"Lebih baik disesuaikan saja anggaran persatu jenis bahan pokok paket sembako bansos Kemensos dengan harga beli ke pabrik atau distributor, itu anggaran paket sembako bansos dari Kemensos lebih besar dari harga pasaran bahan pokok yang dijadikan paket sembako," tegas Rosyid.

Maka dari itu, kata dia, agen dan toko-toko sembako sering dijumpai orang-orang yang ingin adanya permintaan bahan pokok yang order jumlah besar dan mencari persatu jenis bahan pokok yang masuk paket sembako bansos dengan harga belinya kurang wajar tidak sesuai anggaran paket sembako bansos dari Kementerian Sosial.

"Kami tidak mau dan jangan dijadikan kesempatan kongkalikong antar pihak demi mendapatkan dan bagi-bagi keuntungan sebesar-besarnya yang garap paket sembako bansos Covid-19 dari Kementerian Sosial disaat kondisi keuangan masyarakat sedang kesusahan di masa pandemi virus corona ini," katanya.

Rosyid berharap, KPK juga harus gerak cepat kalau memang ditemukan adanya penyelewengan terhadap anggaran Bansos dari Kementerian Sosial agar sesuai sampainya tepat sasaran.

"Dan sesuai nominal uangnya yang dianggarkan dari Kementerian Sosial. Baik berupa dana atau sembako bansos. Maka pelakunya harus segera ditangkap," tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya