Berita

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto/Net

Nusantara

Kabaharkam Polri Pastikan Pelaksanaan New Normal Tetap Mengacu Protokol Kesehatan

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 16:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pelaksanaan kebijakan new normal menekankan pada pemulihan kehidupan ekonomi dengan tetap mengacu kepada protokol kesehatan dalam upaya pencegahan pandemik Covid-19.

Begitu disampaikan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat membuka acara webinar series bertajuk "New Normal di Masa Pandemik: Prospek dan Tantangan" di Jakarta, Kamis (4/5).

"Kita ingin kembali produktif dalam new normal dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan," kata Komjen Agus.


Lebih lanjut, Agus Andrianto mengatakan, Polri akan membantu mendisiplinkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu, Polri juga akan mendorong dilaksanakannya ketahanan pangan di seluruh tanah air dengan jalan mengembangkan kampung-kampung tangguh sebagaimana dilaksanakan di Jawa Timur.

Pihaknya juga menyampaikan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Polri bersama TNI dan unsur pemerintah yang lain telah menggelar operasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Di tempat yang sama, Deputi bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Wijaya mengungkapkan, Indonesia memiliki kekuatan luar biasa dalam menghadapi dampak panjangnya pandemik Covid-19.

Kekuatan itu, sambung Wisnu, diantaranya rantai birokrasi yang terkoordinasi baik dari tingkat pusat sampai daerah. Selain itu, kekuatan berada dikekompakan masyarakat dan media massa dalam menyikapi Covid-19.

"Indonesia akan bisa menyesuaikan diri dalam tatanan baru atau new normal, yaitu tetap produktif di tengah pandemik Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa menyampaikan kesiapan seluruh pusat belanja di tanah air untuk beroperasi kembali di era new normal.

Handaka menjamin seluruh pusat perbelanjaan akan melaksanakan protokol kesehatan, tidak saja kepada pengunjung tetapi juga kepada seluruh pegawainya.

"Kita siapkan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, bahkan mengatur physical distancing," tegas Handaka.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya