Berita

Ekonom senior Indef, Faisal Basri saat jadi narasumber di Kahmipreneur/Repro

Politik

Keuangan Bergantung Pajak Dan Utang, Faisal Basri: Pengelolaan Fiskal Negara Ugal-ugalan

SELASA, 02 JUNI 2020 | 00:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ekonom senior dari Indef, Faisal Basri menyampaikan pemerintah telah melakukan cara sembarangan atau ugal-ugalan dalam mengelola sistem keuangan negara.

Dia melihat penerimaan pajak dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Faisal Basri dalam diskusi virtual Kahmipreneur, bertemakan ‘Ada Dana Besar BUMN dibalik Skenario PEN & New Normal Ekonomi. Gimana Dunia Usaha?’, Senin (1/6).


“Harus saya katakan negara ini ugal-ugalan. Kalau kita winfold, dapet rejeki banyak wajib dihabiskan tahun itu juga. Jangan disisakan. Kalau kita krisis ya utang, ya begitu ugal-ugalan, kenapa sih negara lain tidak seperti Indonesia, karena negara lain punya tabungan,” ujar Faisal Basri.

Dia menilai, kemampuan negara dalam menerima pajak sangat lemah. Kelemahan itu dikarenakan pemerintah tidak memiliki ketegasan dalam menagih pajak para perusahaan besar.

“Tidak pernah dalam sejarah, tax ratio kita di angka 10 persen itu enggak pernah, itu turun terus trennya terus. Gagal ini negara, mencari sumber pembiayaan dari pajak, dengan alasan apapun gagal. Jadi itu dia tadi, pengeluaran tidak mau dipotong, pajak merosot apa lagi kalau tidak utang karena kita tidak punya tabungan,” bebernya.

Faisal menambahkan, upaya yang harus dilakukan untuk memulihkan ekonomi nasional dengan cara menguatkan tax ratio agar tidak turun setiap tahun.

“Tapi kan, itu enggak bisa. Jadi ini tertutup semua nih, kebobrokan pemerintah. Seolah-olah ini akibat Covid-19, jadi seharusnya tidak ada Covid seperti ada covid seperti apa gitu, bukan sebelum Covid dan setelah covid enggak,” tegasnya.

Pihaknya justru mempertanyakan DPR yang tidak mempermasalahkan adanya kemunduran fiskal di Indonesia.

“Kemunduran fiskal yang luar biasa, saya heran ini tidak dipermasalahkan terutama di DPR, harusnya DPR menunjukkan hak budgetnya. Kita tidak mempermasalahkan pemerintah tidak menutup subsidi BBM tapi sepanjang pemerintah menetapkan harga di bawah ongkos itu namanya subsidi. Setiap sen yang keluar dari pemerintah harus dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya