Berita

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus/Net

Politik

PAN: PT 7 Persen Bertujuan Menghabisi Partai Menengah Ke Bawah

SENIN, 01 JUNI 2020 | 16:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kenaikan ambang batas parlemen (parlemen threshold) sebesar 7 persen telah masuk dalam draf revisi undang-undang Pemilu yang nantinya akan dibahas di parlemen.

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus menyampaikan keberatannya mengenai usulan PT pada angka 7 persen pada pemilu mendatang.

"Saya dari Fraksi PAN tidak setuju penerapan ambang batas parlemen dari 4 ke 7 persen, jadi kenaikannya itu sangat keterlaluan, coba lihat RUU sebelumnya, kan kenaikannya itu secara bertahap dari 3, 3,5 persen, ke 4 kan gitu, jadi ini namanya terlalu bombastis," tegas Guspardi Gaus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/6).


Guspardi menduga tingginya ambang batas parlemen dari 4 persen ke 7 persen, untuk menghabisi beberapa partai yang memperoleh angka kecil.

"Ada upaya untuk menghabisi partai-partai menengah, disinyalir dan diduga ada upaya untuk menghabisi partai-partai. Harusnya yang semacam ini kan harus dihindari, apalagi kita kan sesama partai yang ada di parlemen, itu kan ada kebersamaan,” paparnya.

Menurutnya, ambang batas parlemen yang nantinya akan diputuskan berada di angka 7 persen, bakal memiliki risiko yang besar. Salah satunya hilangnya banyak suara rakyat.

"Ini kan menghilangkan hak politik bagi pemilih, berapa itu jumlahnya enggak tanggung-tanggung. Jadi masyarakat itu kan pertama-tama kan mengidolakan personalnya, calegnya yang kedua baru partainya, nah jadi terbuang sia-sia kan hilang begitu saja tuh," tutup Guspardi Gaus.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya