Berita

Ilustrasi TKA asal China/Net

Politik

Jubir Menko Luhut: TKA China Percepat Pembangunan Smelter Dan Teknologinya Lebih Ekonomis

KAMIS, 28 MEI 2020 | 20:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Adanya ratusan tenaga kerja asing ke Indonesia yang diduga untuk pembangunan smelter nikel menuai polemik di kalangan masyarakat. Hal itu menyasar kepada Kementerian Kemaritiman dan Investasi.

Jurubicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi angkat bicara mengenai banyaknya tanggapan atas kedatangan TKA China.

“Saya perlu menjawab pernyataan beberapa pihak mengenai kehadiran para TKA untuk pembangunan smelter di Indonesia, khususnya Konawe, Sulawesi Tenggara yang menggiring opini publik seolah-olah TKA dimaksud akan menggeser para pekerja Indonesia. Pernyataan yang bisa menimbulkan disinformasi dan keresahan di publik,” ujar Jodi lewat keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/5).


“Saya akan bicara apa adanya saja. Rencana kehadiran 500 TKA China sekitar akhir Juni atau awal Juli adalah untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China,” katanya.

Ia beralasan, saat ini pekerja Indonesia belum ada yang mampu mengoperasikan teknologi pembuatan smelter nikel. Adapun pemilihan teknologi yang belum dikuasai dalam negeri ini dilakukan karena dinilai lebih ekonomis.

“Kita harus jujur bahwa dengan teknologi RKEF China, mereka bisa bangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi ini juga menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional,” paparnya.

“Setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing. Pada saat operasi, mayoritas tenaga kerja berasal dari lokal,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya