Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Kenapa Mahfud MD Tidak Sekalian Saja Bandingkan Kematian Corona Dengan Perang Dunia II?

KAMIS, 28 MEI 2020 | 11:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang membandingkan angka kematian akibat kecelakaan dengan kematian akibat Covid-19 menuai polemik di kalangan masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay turut keberatan. Menurutnya, pernyataan Mahfud MD tidak bijak diucapkan oleh seorang menteri.

“Saya menilai bahwa pernyataan Mahfud MD itu kurang bijak jika dikaitkan dengan penanganan Covid-19 di Indonesia. Selain itu, perbandingan kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan kecelakaan akibat Covid-19 juga dinilai tidak tepat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/5).


“Sebab apa pun alasannya, keselamatan diri dan jiwa warga negara adalah tanggung jawab negara,” tambah mantan ketua umum PP Pemuda Muhammdiyah itu.

Politisi asal Sumatera Utara ini mempertanyakan maksud dan tujuan Mahfud MD membandingkan kematian kecelakaan dengan kematian akibat Covid-19 dan kecewa dengan pernyataan tersebut.

“Lagi pula, kenapa perbandingannya kecelakaan lalu lintas dan beberapa penyakit katostropik? Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan kematian akibat Perang Dunia II? Kematian akibat perang dunia pasti jauh lebih banyak,” tandasnya.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya