Berita

Ilustrasi alat rapid test/Net

Politik

PKB Minta Alat Rapid Test Buatan BPPT Segera Diaplikasikan Di Pesantren

RABU, 27 MEI 2020 | 19:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan pola hidup normal baru (new normal) di tengah pandemik Covid-19 yang direncanakan akan diberlakukan pemerintah mulai 1 Juni 2020 harus dipikirkan secara matang.

Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Syaikhul Islam mengingatkan, pemerintah tidak hanya memikirkan dampak pada ekonomi semata, melainkan juga harus memikirkan bidang pendidikan seperti pesantren.

“Selain ekonomi, pemerintah juga harus memikirkan pesantren, keselamatan santri, ustaz dan kiai harus diperhatikan. Pemerintah harus menyediakan alat rapid test dan alat kesehatan lainnya di pesantren,” kata Syaikhu lewat keterangan persnya kepada wartawan, Rabu (27/5).


Menurut anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB ini, pesantren merupakan komunitas besar yang rentan terhadap penularan wabah Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah patut memberikan prioritas dalam pencegahan dan penanganan untuk menghadapi new normal.

“Saya rasa itu lebih bagus daripada menggunakan rapid test secara acak yang tidak jelas arah dan targetnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi adanya alat rapid test yang diciptakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pasalnya, alat rapid test itu mampu memberikan hasil cepat dalam waktu sekitar 15 menit.

“Kita sangat apresiatif dengan alat rapid test buatan BPPT yang akurasinya sampai 75 persen dengan hasil dapat diketahui hanya 15 menit,” ungkapnya.

PKB berharap pemerintah segera memproduksi masal alat rapid test tersebut. Hal itu dikarenakan lingkungan pesantren sangat membutuhkan alat kesehatan dalam menghadapi new normal, dan jangan sampai terjadi kluster baru.

“Tentu kita di Komisi VII yang bermitra dengan BPPT berharap alat ini segera diproduksi massal, utamanya untuk mendukung new normal,” tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya