Berita

Ahmadinejad mencium peti jenazah Chavez, 2013. Iran menjadikan 6 Maret sebagai Hari Berkabung Nasional Iran kepada Venezuela/Net

Histoire

Vanezuela - Iran, Dedikasi Dari 'Sahabat Selamanya'

SABTU, 23 MEI 2020 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Venezuela mempertahankan hubungan yang kuat dengan Iran sejak pemerintahan mendiang mantan presiden Hugo Rafael Chavez Frias hingga Nicolas Maduro. Sebelum kematiannya, Chavez mengembangkan ikatan yang kuat dengan pemerintah Iran, khususnya di bidang produksi energi, ekonomi, dan kerja sama industri.

Kedua negara memiliki kerja sama yang baik dalam konstruksi, minyak dan gas, dan dalam proyek infrastruktur.

Chavez mengunjungi Iran untuk pertama kalinya pada 2001, ketika dia menyatakan bahwa Venezuela mempersiapkan jalan bagi perdamaian , keadilan, stabilitas dan kemajuan untuk kedua negara dalam menghadapi abad ke-21.  Kemudian Chavez beberapa kali mengunjungi Iran pada kesempatan lain.


Ketika Presiden Iran yang kelima, Mohamed Khatami, mengunjungi Venezuela pada Maret 2005, Chavez memberinya medali Orden del Libertador dan menyebutnya "pejuang yang tak kenal lelah untuk semua tujuan yang benar di dunia."

Hubungan erat Venezuela - Iran juga program nuklir keduanya, telah menciptakan kekhawatiran bagi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Saat Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden Iran, hubungan kedua negara semakin erat. Ahmadinejad dan Chavez mengunjungi satu sama lain beberapa kali, menandatangani lebih dari 270 kesepakatan bilateral untuk mendukung berbagai kampanye pembangunan sosial dan infrastruktur nasional.

Chavez dan Ahmadinejad menggambarkan diri mereka di panggung dunia sebagai lawan dari imperialisme AS.  Keduanya menganggap satu sama lain sebagai sekutu.

Pada awal Mei 2006, Venezuela membuat kontroversi dengan rencananya menjual 21 F-16 Fighting Falcons ke Iran. Pada Mei 2006, Chavez menyatakan pandangannya tentang produksi energi nuklir di Iran yang diumumkan oleh Mahmoud Ahmadinejad dan membantah bahwa mereka memiliki rencana untuk mengembangkan senjata atom.

Chavez berjanji bahwa Venezuela akan ‘tetap bersama Iran kapan saja dan dalam kondisi apa pun’.

"Kami bersamamu dan dengan Iran selamanya. Selama kita tetap bersatu kita akan dapat mengalahkan imperialisme, tetapi jika kita terpecah mereka akan mendorong kita ke samping," adalah kalimat Chavez yang tetap diingat Iran hingga saat ini.

Hingga ketika Venezuela berada dalam masa sulit seperti sekarang di tegah embargo AS dan di masa krisis karena virus corona, Iran datang menolong sebagaimana Venezuela kerap menolong Iran.

Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah melupakan bantuan yang diberikan oleh Komandan Chavez pada 2008 ketika rakyatnya sangat terpengaruh oleh sanksi dan blokade keuangan yang diberlakukan oleh imperialisme AS.

David Smilde, seorang peneliti Venezuela dari Universitas Tulane di AS, mengatakan kerja sama antara Caracas dan Teheran adalah alami.
“Keduanya melihat satu sama lain sebagai mitra strategis dalam dunia multipolar dan keduanya adalah negara yang terlarang di mata Amerika Serikat,” ujar Smilde seperti dikutip dari BBC.

Ketika Chavez meninggal pada 5 Maret 2013, Ahmadinejad menangisi peti mati Chavez. Itu adalah tangisan pria sejati yang mengucapkan selamat tinggal kepada saudaranya, temannya, kawannya, dalam perjuangan.

Pada rangkaian upacara pemakaman itu Ahmadinejad tampak berjalan menghampiri peti jenazah Chavez dengan langkahnya yang berat. Setelah berdiri sejenak di samping peti jenazah, Ahmadinejad kemudian membungkuk untuk mencium peti jenazah. Ia menangis, seperti dikutip dari The Global.

Nicolas Maduro ketika itu meletakkan sebuah pedang kehormatan di atas peti jenazah Chavez yang telah dibungkus bendera Venezuela. Dengan suara penuh emosi duka Maduro menyampaikan kata-kata perpisahan pada sang El Commandante sambil menaruh pedang itu.

"Komandan, di sinilah engkau berbaring, tak tergoyahkan, suci, murni, untuk selamanya..Gelora jiwa dan semangatmu terlampau kuat sehingga tubuhmu tak mampu menahannya. Kini jiwa dan semangatmu mengembara ke seluruh jagat raya bersama berkat dan cinta," ujar Maduro.

Ungkapan duka cita Iran atas kepergian pemimpin Venezuela itu digambarkan dengan dilangsungkannya Hari Berkabung Iran untuk Venezuela pada 6 Maret.

Hampir tidak pernah terjadi, suatu negara mengumumkan hari berkabung nasional atas kematian seorang pemimpin negara lain. Namun itu terjadi pada Iran, yang menunjukkan persahabatan dan simpati atas duka rakyat Venezuela, akibat kehilangan presiden yang sangat dicintai rakyatnya itu.

“Ahmadinejad selalu mengungkapkan kekagumannya yang besar pada Chavez, keberaniannya dan martabatnya yang luar biasa, menentang imperialisme ketika psikopat George Bush Jr. ada di sana, untuk membantu Iran, sebuah negara yang dikepung, diblokir, dianiaya dan pada saat sangat sedikit yang membantu orang-orang Iran, Chavez tidak pernah memunggunginya,”  tulis akun Twitter @arturomeggido.  Hal yang sama juga ditulis pada postingan akun Gleen Emilio Rivas.

“Hari ini Rakyat Iran yang mulia mengembalikan gerakan itu dengan cinta yang tak terbatas. Keberanian melawan segala rintangan, bahkan ancaman bom, tidak membuat mereka takut. Mereka memutuskan tanpa ragu untuk membawa martabat mereka di kapal untuk membantu Venezuela!”

Di masa krisis saat ini, pemerintah Venezuela menjadikan Iran sekutu untuk bantuan. Dan Iran tanpa harus berpikir lagi mengirim bahan bakar minyak dan gas yang diangkut dengan lima kapal tanker ke Venezuela. Lima kapal tanker tersebut adalah Fortune, Clavel, Forest, Faxon, dan Petunia.

Pelayaran kapal tanker Iran untuk mengantarkan bahan bakar minyak (BBM) ke Venezuela itu  memicu ketegangan dengan Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi ekonomi pada kedua negara. Namun, Iran tidak peduli.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya