Berita

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat mengisi diskusi daring #10 Muhammadiyah Ranting Pondok Labu bertajuk 'Adakah Optimisme Umat Islam Membangun Peradaban Baru: Bagaimana Ke Depan?'/RMOL

Politik

Menyoal Masa Depan Peradaban Islam, Meutya Hafid Optimis Indonesia Punya Pengaruh Besar

RABU, 20 MEI 2020 | 03:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Islam Indonesia yang juga diperkuat oleh organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang ada sedikit banyaknya telah memberikan pengaruh besar di kancah global karena turut mengambil bagian pada dinamika di dunia ke arah yang lebih baik.

Melalui forum-forum dan organisasi Islam dunia seperti OKI, suara Indonesia sangat diperhitungkan dalam rangka membangun peradaban Islam itu sendiri. Misalnya, seperti isu ketidakadilan di Palestina yang sudah berpuluh tahun kurang mendapat dukungan dari negara-negara di dunia.

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat mengisi diskusi daring #10 Muhammadiyah Ranting Pondok Labu bertajuk 'Adakah Optimisme Umat Islam Membangun Peradaban Baru: Bagaimana Ke Depan?', Selasa malam (19/5).


"Artinya mewakili umat Islam dunia, Indonesia punya peranan penting. Jadi harus optimis, dan saya yakin optimisme itu ada. Saya melihat optimisme itu bukan sekadar ucapan, tapi dunia juga mulai melihat ketidakadilan-ketidakadilan itu. Umat muslim di Indonesia punya peran juga di situ," ujar Meutya Hafid.

Menurut Meutya Hafid, potensi dan gagasan yang dimiliki ormas Islam di Indonesia diharapkan terus digaungkan ke dunia Internasional. Hal ini sebagai bentuk kontribusi Indonesia yang sangat menentukan peradaban Islam. Apalagi, dalam OKI, posisi Indonesia berada di tengah-tengah.

"Kenapa Indonesia punya peran penting? Karena mungkin kelompok di OKI Indonesia dianggap berada di tengah dan Indonesia bisa bicara dengan banyak pihak di OKI. Jadi kita juga punya peran besar," tuturnya.

"Di situ kita bisa memberi solusi kepada masalah Islam secara global, termasuk islamophobia, diskriminasi, dan ketidakadilan," imbuh Politisi Muda Partai Golkar ini.

Selain itu, karakteristik Islam Rahmatan Lil Alamin pun membuat citra Islam itu sendiri sebagai agama yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan kemajuan peradaban.

Muhammadiyah, kata Meutya Hafid, memiliki peranan krusial yang kiprahnya tidak bisa diragukan lagi kontribusinya. Baik itu dalam keagamaan dan ilmu pengetahuan yang berjalan beriringan di Muhammadiyah.   

"Peran Muhammadiyah yang kita ketahui menggabungkan pembelajaran tentang agama dan juga science bisa dikuatkan lagi," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya