Berita

Direktur Eksekutif Roda Tiga Konsultan (RTK), M. Kahfi Siregar/Net

Politik

Survei RTK: 51.8 Persen Responden Ragu-ragu Dan Tidak Percaya Data Korban Corona

SELASA, 19 MEI 2020 | 15:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mayoritas masyarakat Indonesia (98,9 persen) sudah mengetahui tentang virus corona baru (Covid-19) dan hampir semua menganggap bahwa virus itu berbahaya atau sangat berbahaya (94.8 persen). Sedangkan yang mengatakan tidak berbahaya dan tidak berbahaya sama sekali hanya 4.1 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cukup sadar bahwa Covid-19 merupakan ancaman yang berbahaya," kata Direktur Eksekutif Roda Tiga Konsultan (RTK), M. Kahfi Siregar dalam rilis survei bertajuk 'Pandangan Masyarakat terhadap Penanganan Pandemik Covid-19', Selasa (19/5).

Selanjutnya, responden ditanyakan terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hampir semua responden tahu dengan kebijakan PSBB, lebih dari separuh mengakatakan PSBB sudah tepat (51.4 persen), bahkan 35,5 persen mengatakan kebijakan PSBB masih kurang tegas.


Aspirasinya mengarah kepada kebijakan lockdown atau karantina wilayah. Kemudian, hanya 9.9 persen responden yang mengatakan tidak perlu ada kebijakan PSBB.

Lebih lanjut, ucap Kahfi Siregar, responden ditanyakan mengenai kebijakan larangan mudik lebaran, bersekolah dari rumah dan larangan beribadah berjamaah di rumah ibadah selama pandemik.

Hampir semua responden setuju tentang kebijakan larangan mudik lebaran (82,7 persen), begitu juga dengan kebijakan sekolah dari rumah (80.9 persen). Demikian pula, sekitar dua per tiga responden (66,5 persen) juga mendukung kebijakan larangan beribadah berjamaah di rumah ibadah. Walaupun untuk kebijakan yang terakhir ini, resistensinya cukup signifikan yaitu hampir sepertiga dari responden (31.5 persen).

Survei ini juga mengungkap sekitar tiga dari empat responden mengatakan kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk daripada sebelum  pandemi Covid-19 (73.2 persen). Sekitar satu dari empat responden mengatakan tidak ada perubahan dalam ekonomi rumah tangganya (24.2 persen). Dan Hanya 1.6 persen responden yang mengatakan kondisi ekonominya lebih baik.

Kahfi Siregar menambahkan, mengenai data yang dikeluarkan pemerintah terkait jumlah orang yang positif, meninggal dan sembuh, kurang dari separuh responden (45.2 persen) yang percaya dengan data tersebut. Sebaliknya, lebih dari separuh (51.8 persen) responden ragu-ragu dan tidak percaya dengan data tersebut.

"Hal ini menggambarkan bahwa mayoritas responden kurang percaya dengan data yang dikeluarkan oleh pemerintah setiap harinya," ucapnya.

Survei RTK dilakukan dengan menghubungi responden melalui telepon. Survei telepon dipilih karena merupakan cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan di tengah kondisi PSBB, dengan mempertimbangkan aspek metodologis secara seksama.

Responden dipilih berdasarkan bank data nomor kontak responden yang pernah diwawancarai dalam survei-survei sebelumnya, yaitu sejumlah 10.456 data. Bank data ini merupakan hasil dari stratified random sampling pada survei skala nasional maupun Provinsi dan Kabupaten/kota yang telah dilakukan oleh RTK sebelumnya.

Dari bank data tersebut diambil secara stratified random sampling sebanyak 1.200 responden dengan margin of error 2.89 persen dan confidence level pada 95 persen. Survei dilakukan pada 7 sampai 17 Mei 2020.

Survei ini bertujuan untuk mengetahui awareness dan pandangan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah serta bagaimana dampak dari pandemi ini terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya