Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/RMOL

Politik

Tagar #IndonesiaTerserah Wujud Kekecewaan Terhadap Kebijakan Yang Tidak Konsisten

SELASA, 19 MEI 2020 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tagar #IndonesiaTerserah yang banyak dicuitkan pengguna Twitter dan diunggah di Instagram beberapa hari ini harus menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti para pengambil kebijakan di negeri ini.

Tagar yang menggaungkan narasi kekecewaan terhadap kebijakan penanggulangan corona dan masih ditemuinya sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin menataati protokol kesehatan menjadi peringatan bahwa jalan dan usaha melawan corona masih panjang dan berat.

Tagar #IndonesiaTerserah harus disikapi dengan kebijakan penanggulangan yang tegas dan konsisten dijalankan untuk mendorong publik taat dan disiplin menjalankan kebijakan tersebut.


Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan perjuangan menanggulangi dan melawan corona di Indonesia tidak boleh kendur oleh situasi dan alasan apa pun.

Oleh karena itu, kebijakan penanggulangan yang tegas dan konsisten dijalankan juga tidak boleh kendur. Konsistensi para pengambil kebijakan sangat penting dan vital agar masyarakat sebagai barisan paling depan penanggulangan corona tetap menjalankan perannya dengan baik sehingga virus ini benar-benar dapat kita halau bersama.

"Dalam situasi apa pun terlebih saat wabah yang mengancam jiwa seperti saat ini, kasadaran publik hanya bisa dibangun oleh kebijakan yang tegas dan konsisten dijalankan oleh para pegambil kebijakan dan pemangku kepentingan. Jadi, salah satu kunci keberhasilan penanggulangan corona adalah kebijakan yang tegas dan konsisten. Tanpa itu, bangsa ini akan terus berada di situasi yang tidak pasti dan ini akan menjadi kerugian besar bagi kita semua," ujar Fahira Idris, Selasa (19/5).

Menurut Senator Jakarta ini, tagar #IndonesiaTerserah yang banyak disuarakan tenaga medis dan relawan menjadi sinyal bahwa harus ada evaluasi menyeluruh terhadap konsistensi kebijakan penanggulangan corona di Indonesia.

Sebagai profesi yang tiap hari berhadapan, melihat, dan menangani langsung baik pasien dalam pengawasan dan pasien positif corona, suara tenaga medis dan relawan harus menjadi salah satu acuan utama evaluasi kebijakan penanggulangan corona.

Apa yang disuarakan teman-teman tenaga medis dan relawan, lanjut Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini, harus cepat direspons dan ditindaklanjuti. Karena mereka lah yang paling paham kondisi di lapangan seperti apa.

Saat ini, ucapan terima kasih dan penghargaan tertinggi yang dapat dilakukan untuk tenaga medis dan relawan adalah melahirkan kebijakan penanggulangan corona yang tegas dan konsisten serta kedisiplinan kita semua menjalankan PSBB dan protol kesehatan Covid-19.

"Saat ini cara paling tepat memberikan hormat dan apresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis dan relawan adalah kebijakan yang tegas dan konsisten serta ketaatan kita semua menjalankan aturan PSBB dan protokol kesehatan. Mereka adalah pahlawan, sudah sepatutnya suara dan keinginan mereka kita direalisasikan," demikian Fahira Indris.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya