Berita

Ketua KPU, Arief Budiman, menyebut telah menyiapkan sejumlah opsi terkai pelaksanaan Pilkada Serentak 2020/RMOL

Politik

Tak Bisa Pastikan Kapan Kurva Covid-19 Melandai, KPU Buka 2 Opsi Tambahan Tanggal Penyelenggaraan Pilkada

SELASA, 19 MEI 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketidakpastian melandainya kurva penyebaran dan penularan virus corona baru (Covid-19) memaksa Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyodorkan 2 opsi baru tanggal penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Dalam sebuah diskusi daring Syarikat Islam yang digelar akhir pekan lalu, Ketua KPU RI, Arief Budiman menyampaikan, pihaknya tidak bisa melangsungkan pungut hitung saat kondisi pandemik seperti sekarang ini.

"KPU tak bisa perkirakan bencana ini akan selesai kapan, maka KPU keluarkan opsi berikutnya," ujar Arief Budiman, Minggu (17/5).


Mantan anggota KPUD Jawa Timur ini mengatakan, pihaknya berpatokan pada masa akhir tanggap darurat bencana nonalam yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di mana, masa tanggap darurat itu akan berakhir pada 29 Mei ini.

"Apabila tidak selesai dalam waktu yang kita perkirakan, maka diberi opsi dua. (Satu) Maret 2021, kalau tak selesai juga, maka opsi kedua September 2021," ucap Arief Budiman.

Namun jika status tanggap darurat dicabut oleh BNPB pada 29 Mei mendatang, maka tanggal pungut hitung Pilkada yang ditetapkan tanggal 9 Desember di dalam Perppu 2/2020, bisa dilaksanakan.

"Jadi besok (29 Mei) harus berakhir, sehingga 30 Mei bisa mulai tahapan sosialisasi, aktifkan kembali badan adhoc, dan tahapan lain yang ditunda untuk dilanjutkan," terangnya.

Apabila masa tanggap darurat masih diperpanjang, ditambah PSBB masih diberlakukan, dan kurva pandemik masih naik turun, maka KPU memilih urung menggelar Pilkada pada 9 Desember. KPU akan menjalani opsi kedua, yakni Maret 2021.

Tapi, syarat menggelar Pilkada pada Maret 2021 adalah memastikan penyebaran corona selesai pada Agustus 2020. Termasuk penerapan PSBB sudah ditiadakan. Kalau syarat ini juga tidak bisa dipenuhi, maka KPU beralih ke opsi ketiga.

"Kalau Agustus belum bisa, maka akan menuju opsi 3 September 2021. Kalau ini ruang akan lebih longgar tersedia, karena tahapan dimulai Februari 2021, artinya mungkin saja semua pemulihan sudah normal. Pemulihan ekonomi, transportasi, dan lainnya," demikian Arief Budiman.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya