Berita

Ketua GNPF Ulama Binjai, Sanni Abdul Fattah, mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk merumuskan ulang rencana relaksasi PSBB/RMOLSumut

Politik

PSBB Bakal Dilonggarkan, GNPF Ulama Binjai: Pemerintah Tak Lihat Pengorbanan Umat Islam?

SENIN, 18 MEI 2020 | 15:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketua GNPF Ulama Binjai, Sanni Abdul Fattah, mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk merumuskan ulang rencana pelonggaran Pembatasan Skala Berskala Besar (PSBB). Jangan sampai rencana ini akan membuat pengorbanan yang dilakukan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir menjadi sia-sia.

"Kami ingatkan, agar pemerintah tidak sembarangan memutuskan dan meninjau kembali pengorbanan besar rakyatnya selama tiga bulan belakangan," kata Sanni kepada Kantor Berita RMOLSumut, Senin (18/5).

Dikatakan Sanni, sejauh ini umat Islam di Indonesia sudah banyak mengorbankan perasaan untuk memutus penyebaran Covid-19.


"Ingat, kami umat Islam, sudah berkorban dan mengikuti anjuran. Tiga bulan sebelumnya kami harus berbantah-bantahan di kalangan kami sendiri untuk merumuskan seiya sekata, mengosongkan masjid dan meniadakan shalat Jumat, serta pengajian-pengajian," ucap Sanni

"Bahkan, PP Muhammadiyah pun sudah mengeluarkan edaran untuk meniadakan pelaksanaan shalat Idul Fitri. Dan sejumlah tatacara pelaksanaan shalat Id untuk sendiri sudah banyak beredar dan viral di medsos," imbuhnya.

Untuk itu, Sanni meminta Pemerintah untuk berhenti melakukan hal-hal yang tidak produktif.

"Berhentilah melakukan hal-hal yang tidak produktif. Memprovokasi, menyebabkan fitnah di kalangan umat. Memaksa umat Islam untuk memberikan nilai kepada pemerintah sehingga pemerintah dianggap sebagai rezim yang keji dan tidak berpihak kepada umat Islam. Hentikanlah," demikian Sanni.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya