Berita

Ujang Komarudin usulkan Pilkada Serentak dilaksanakan tahun depan/Net

Politik

Dilema Penyelenggaran Pilkada Di Tengah Covid-19, Pengamat: Urus Dulu Rakyat Yang Kelaparan, Baru Pikirkan Pilkada

SENIN, 18 MEI 2020 | 09:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilanda dilema.

Saat uji publik akhir pekan kemarin, KPU hanya membuka satu opsi waktu untuk melanjutkan tahapan penyelenggaraan Pilkada, yakni dimulai 6 Juni dengan pemungutan suara tanggal 9 Desember.

Opsi yang dibuat KPU ini yang kemudian dimasukan ke dalam draf PKPU tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, yang merupakan tindaklanjut dari Perppu 2/2020.


Di sisi lain, Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, mengakui pihaknya masih menunggu kepastian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atas perkembangan data dan penyebaran virus corona di dalam negeri.

Sebab, menurutnya, kepastian kondisi Covid-19 menentukan pelaksanaan tahapan pemilu yang akan dilangsungkan KPU. Baik kepastian dari segi waktu dan teknis penyelenggaraannya.

Terkait fakta ini, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai KPU mesti mempertimbangkan klausul lain di dalam Perppu 2/2020.

"Selain berisi tentang pelaksanaan Pilkada di 9 Desember 2020, namun ada klausul lain di Perppu 2/2020 yang bisa diundur hinga corona selesai," ujar Ujang Komarudin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/5).

Artinya, lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini, pelaksanaan pungut hitung bisa diundur lagi dari 9 Desember 2020 yang diatur Perppu 2/2020, hingga ke tahun 2021.

"Jika penyelenggaraan tahun ini 9 Desember 2020, maka tahapannya akan dimulai bulan Juni. Nah ini masih rawan. Masih dalam situasi pandemik corona.  Yang aman memang tahun depan. Tahun 2021," tuturnya.

Oleh karena itu, Ujang berharap KPU bisa memiliki opsi lain untuk bisa menetapkan waktu penyelenggaran Pilkada Serentak 2020 secara tepat.

Karena, jika melihat dari kondisi ekonomi, negara dan pemerintah daerah masih belum siap. Mengingat mayoritas anggaran direalokasi dan direfocusing untuk penanganan Covid-19.

Selain itu, masyarakat juga tengah dalam kondisi perekonomian yang sulit. Sehingga Ujang berharap pemerintah bersikap bijak, agar mendahulukan kebutuhan rakyat ketimbang Pilkada ini.  

"Yang bijak. Yang sama-sama enak, dan lebih aman sih di 2021. Karena kita tahu, masyarakat sedang gelisah tak bisa makan karena dampak dari Corona. Dan anggaran negara dan APBD juga cekak," harapnya.

"Jadi fokus saja dulu untuk menyelesaikan dan menuntaskan pandemik corona. Jika corona beres. Baru Pilkada jalankan," demikian Ujang Komarudin. 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya