Berita

Industri berlian menjadi salah satu sektor yang paling terpukul oleh pandemi virus corona atau Covid-19 yang saat ini terjadi/Net

Dunia

COVID-19

Pandemi Covid-19 Bikin Penjualan Berlian Terjun Bebas

MINGGU, 17 MEI 2020 | 21:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Salah satu sektor yang tidak luput terkena dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19 adalah industri berlian.

Produsen berlian global terkemuka, ALROSA Rusia, melaporkan bahwa penjualannya merosot sepuluh kali lipat hanya dalam waktu satu bulan saja.

Pada bulan April lalu, ALROSA hanya berhasil menjual total berlian kasar dan halus senilai 15,6 juta dolar AS.
Jumlah ini terjun bebas dari total penjualan pada bulan sebelumnya yang mencapai 152 juta dolar AS.

Jumlah ini terjun bebas dari total penjualan pada bulan sebelumnya yang mencapai 152 juta dolar AS.

"Pembatasan yang diberlakukan untuk melawan virus corona dan penurunan permintaan untuk perhiasan berlian telah meminimalkan perdagangan berlian kasar dan dipoles di seluruh dunia," kata Wakil CEO ALROSA, Evgeny Agureev, seperti dimuat Russia Today (Minggu, 17/5).

Diketahui bahwa pandemi virus corona menyebabkan penghentian produksi besar-besaran di seluruh dunia, termasuk di industri berlian.

Industri pemotongan dan pemolesan berlian India, tempat 90 persen batu kelas atas dunia dipoles, masih ditutup karena penguncian nasional alias lockdown yang diterapkan pemerintah setempat.

Sementara itu, impor berlian yang sudah dipoles dan berlian kasar bulan Maret ke pusat perdagangan intan global utama, Antwerp di Belgia, masing-masing turun lebih dari 73 persen dan 51 persen.

Rusia sendiri merupakan salah satu penghasil berlian berwarna terbesar di dunia. Sedangkan ALROSA adalah penambang berlian terbesar di dunia berdasarkan volume dan menyumbang lebih dari 90 persen produksi berlian Rusia.

Pihak ALROSA berharap, krisis akibat pandemi virus corona akan segera usai sesegera mungkin dan permintaan akan berlian mulai pulih di awal kuartal ketiga tahun ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya