Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pilot F-35 di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona. Amerika Serikat dapat memblokir penjualan F-35 ke Turki karena Turki telah membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia/Net

Pertahanan

Australia Stress Berat, Ancaman Donald Trump Pindahkan Produksi F-35 ke AS Bahayakan Ribuan Pekerja

JUMAT, 15 MEI 2020 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Donald Trump membuat bingung perusahaan-perusahaan pertahanan Australia setelah ancamannya untuk menghentikan produksi lepas pantai bagian-bagian dari program F-35 Joint Strike Fighter.

Pandemi Covid-19 dapat mempersulit skuadron F-35 terbaru Angkatan Udara AS untuk mengatur personel dan jetnya sesuai jadwal.

Sementara Australia sejauh ini berkontribusi pada program militer global internasional besar-besaran, yang dijalankan oleh raksasa pertahanan Amerika Lockheed Martin.


Trump telah menyarankan agar AS menarik kembali rantai pasokan internasional dan melakukan semua pekerjaan di dalam negeri sebagai gantinya.

"Saya bisa menceritakan ratusan kisah kebodohan yang saya lihat. Sebagai contoh, kami membuat jet tempur," kata Trump dalam sebuah wawancara bersama Fox News.

"Itu jet tempur tertentu, aku tidak akan memberitahumu yang mana, tapi kebetulan itu adalah F-35. Kami membuat suku cadang untuk jet ini di seluruh dunia. Kami membuatnya di Turki, kami membuatnya di sini, kami membuatnya di sana. Masalahnya adalah jika kami memiliki masalah dengan suatu negara, Anda tidak dapat membuat jet itu," lanjut Trump.

Ia berencana akan memperbaiki segala kebijakan negaranya.  

"Kami mendapat bagian dari semua tempat, ini sangat gila. Kami harus membuat segalanya di Amerika Serikat. Kami melakukannya karena saya mengubah semua kebijakan itu."

"Lihat, kami membuat F-35, jet terhebat di dunia yang sangat berpengaruh, tempat badan utama jet dibuat di Turki dan kemudian dikirim ke sini."

Tetapi jika hubungan itu rusak, Turki bisa menolak untuk memberikan komponen utama F-35, kata Trump.

Tidak jelas apakah Trump benar-benar berencana untuk mengambil tindakan untuk memindahkan elemen tambahan F-35 kembali ke Amerika Serikat.

Jika apa yang dikatakan Trump itu benar,  itu akan menjadi pukulan besar bagi industri pertahanan Australia yang akan kehilangan kontrak bernilai ratusan juta dolar dan membahayakan ribuan pekerjaan.

Ketika diminta untuk menanggapi ancaman tersebut, Perdana Menteri Scott Morrison dengan hati-hati menepis saran Trump.

"Kami akan melihat apa yang terjadi di sana saat peluncuran," kata Morrison kepada para wartawan di Canberra, seperti dikutip ABC News, Jumat (15/5).

"Saya akan memperingatkan agar tidak terlalu jauh berpikir atas pernyataan yang telah dibuat. Kami memiliki kontrak dan kebijakan untuk semua masalah itu, jadi kami meluruskan soal ini nanti."

Pada Agustus tahun lalu, Menteri Industri Pertahanan Melissa Price menyatakan bahwa keterlibatan Australia dalam program Joint Strike Fighter akan membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan kontraktor Australia.

"Ada lebih dari 50 perusahaan Australia yang mengirimkan suku cadang yang dipasang ke setiap JSF secara global, yang nilai setiap pekerjaannya sekitar 1,3 miliar dolar AS," kata Price.

"Jumlah ini diperkirakan hampir dua kali lipat menjadi 2 miliar dolar AS pada tahun 2023 dan akan mempekerjakan 5.000 orang di seluruh Australia."

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya