Berita

Bashundhara Convention Centre Grid Hospital (BCCGH)/Net

Dunia

Terinspirasi Rumah Sakit Darurat Wuhan, Bangladesh Buat Rumah Sakit Super Besar Dalam Waktu Tiga Pekan

KAMIS, 14 MEI 2020 | 15:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kasus Covid-19 yang melonjak di Bangladesh membuat pemerintah menyiapkan rumah sakit lapangan super besar hanya dalam kurun waktu tiga pekan.

Bangladesh yang sudah melaporkan hampir 18.000 kasus infeksi dengan 269 kematian akibat Covid-19 nyatanya memiliki rumah sakit yang sedikit untuk merawat pasien Covid-19.

Untuk itu, pemerintah membuat fasilitas baru dengan 2.084 tempat tidur di ibukota Dhaka yang akan membantu mengurangi tekanan para infrastruktur kesehatan.


"Jika kita dapat mengelola tenaga kerja yang diperlukan, kita akan dapat memberikan layanan yang jauh lebih baik di pusat isolasi ini," ujar Direktur Rumah Sakit, Ehsanul Haq Rabu (13/5), merujuk pada lebih dari 4.000 tenaga kesehatan yang dibutuhkan sebelum dapat memulai operasi.

Rumah sakit itu diberi nama Bashundhara Convention Centre Grid Hospital (BCCGH).

Dimuat CNA, rumah sakit itu terdiri dari tiga pusat konvensi dan struktur sementara besar yang berada di atas kompleks 2,5 juta kaki persegi yang dipinjami oleh Bashundhara Group, salah satu perusahaan swasta terbesar di Bangladesh.

Insinyur eksekutif proyek pembuatan rumah sakit tersebut, Masudul Alam mengatakan pembangunan BCCGH terinspirasi oleh rumah sakit darurat yang dibangun dengan kecepatan sangat tinggi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang menjadi episentrum pertama virus corona baru.

Totalnya, Alam mengatakan ada 250 orang yang bekerja 24 jam dalam sepekan untuk membantu membangun rumah sakit yang bernilai 3,4 juta dolar AS tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Jika pasien Covid-19 terus melonjak, rumah sakit tersebut diperkirakan bisa menampung dua kali lebih banyak dari kapasitasnya, hingga 5.000 tempat tidur.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya