Berita

Paspor miliarder wanita asal Angola, Isabel dos Santos yang disebut-sebut telah dipalsukan, memiliki banyak kejanggalan/Net

Dunia

Terjerat Kasus Korupsi, Paspor Wanita Terkaya Di Afrika Ini Dipalsukan Dengan Tanda Tangan Bruce Lee

RABU, 13 MEI 2020 | 21:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pebisnis wanita yang juga miliarder asal Angola, Isabel dos Santos mengaku bahwa paspornya telah dipalsukan terkait kasus korupsi yang menjeratnya.

Menurutnya, pihak berwenang Angola menggunakan dokumen palsu, termasuk paspor palsu dirinya untuk meminta pengadilan menyita asetnya.

Diketahui bahwa Isabel dos Santos yang saat ini disebut-sebut sebagai wanita terkaya di Afrika, merupakan anak tertua dari mantan Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos, yang memerintah negara itu selama 38 tahun, tepatnya dari tahun 1979 hingga 2017.


Pihak berwenang Angola sendiri telah menyita rekening Isabel dos Santos dan suaminya, Sindika Dokolo akhir tahun lalu atas tuduhan bahwa mereka mengarahkan dana negara senilai 1 miliar dolar AS ke perusahaan-perusahaan tempat mereka memegang saham selama kepemimpinan sang ayah.

Isabel dos Santos juga sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan salah urus dan penyelewengan dana saat dia menjadi ketua perusahaan minyak negara Sonangol pada tahun 2016-2017.

Kepala penuntut Angola mengatakan pada bulan Januari lalu bahwa surat perintah penangkapan internasional untuk Isabel dos Santos dapat dikeluarkan jika dia tidak bekerjasama dengan penyelidikan.

Buntut dari kasus tersebut, pada Februari lalu, jaksa Portugal juga mengambil langkah serupa dengan membekukan aset Isabel dos Santos di negara itu.

Di sisi lain, Isabel dos Santos dan sang suami membantah semua tuduhan yang dilayangkan tersebut. Dia bahkan balik menuduh para jaksa penuntut melakukan penipuan penggunaan sistem peradilan Angola untuk menyita aset perusahaannya. Dia meminta naik banding ke pihak berwenang Portugal untuk menilai kembali posisinya.

Lebih dari itu, wanita 47 tahun yang tidak diketahui di mana keberadaannya kini, mengatakan melalui pengacaranya bahwa pihaknya telah menemukan adanya bukti paspor palsu atas namanya pada bulan lalu.

Bukti paspor palsu itu ditemukan ketika pihak Isabel dos Santos diberikan akses ke file pengadilan Luanda tentang pembekuan aset untuk pertama kalinya.

Menurut Isabel dos Santos, paspor yang disita itu dibuat dalam bahasa Inggris. Nomor paspor yang tertera berbeda dengan nomor paspor yang dicantumkan dalam dua dokumen laporan.

Selain itu tanda tangan yang dibubuhkan dalam paspor tersebut bukan tanda tangan Isabel dos Santos, melainkan tanda tangan milik bintang kung fu Bruce Lee, yang meninggal pada tahun 1973.
"Kantor Kejaksaan Umum Angola menyajikan bukti materi yang dibuat-buat dan berdasarkan pemalsuan. Keputusan pengadilan ini harus dinyatakan sebagai penyalahgunaan proses dan putusan dikesampingkan," kata pihak Isabel dos Santos dalam pernyatannya, seperti dimuat The Oekusi Post (Rabu, 13/5).

"Pemalsuan paspor terlihat jelas pada pandangan pertama. Namun, baik secara default atau desain, setidaknya empat otoritas Angola memfasilitasi proses penipuan," jelasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya